Lalu apa resiko saham?
• Capital loss, yaitu ketika investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT B yang kamu beli dengan harga Rp 5.000 per saham, harganya terus menurun hingga Rp 4.500 per saham.
Karena khawatir harganya turun terus, terpaksa kamu jual pada harga Rp 4.500. Jadi, capital loss kamu sebesar Rp 600,- per saham.
• Risiko likuidasi. PT A yang sahamnya kamu miliki ternyata dinyatakan bangkrut oleh pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan.
Baca Juga: Perubahan Kecil Ini Bisa Membuat Wawancara Kerja Kamu Lebih Berkesan bagi Rekruter. Apa Itu?
Sebagai pemegang saham, hak klaim kamu mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi. Berapa besar yang kamu peroleh, tergantung sisa kekayaan perusahaan.
Risiko lain yang mungkin terjadi adalah fluktuasi harga pasar, juga risiko hingga ketidakpastian pembagian dividen.
Pemahaman terhadap beda reksa dana dan saham, baik dari karakteristik, kelebihan, dan risiko dari masing-masing instrumen, menjadi faktor penting sebelum menentukan pilihan investasi, khususnya bagi investor newbie.
Artikel Terkait
Keluar-Masuk Kolam 13 Jam saat Syuting 'Pamali Tumbal', Keisya Levronka: Gini Amat Nyari Duit?
Sedang Berada dalam Fase Jenuh Bekerja? Lakukan 5 Langkah Ini untuk Menemukan Arah Karir Kamu yang Baru!
Firstsource Solutions Limited Buka Lowongan Kerja Indonesian Language Specialist
Rutinitas Jalan Kaki 6-6-6 Viral di Media Sosial, Apa Sih Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh?
Selalu Kelihatan Sibuk Kerja Nggak Berarti Produktif! Ini 3 Kesalahpahaman Lainnya tentang Produktivitas
Google Tambah Fitur AI Baru di Google Photos dan YouTube Shorts, Bisa Ubah Foto Jadi Video!
Bekerja dengan Atasan yang Lebih Muda? Ini 8 Tips yang Bisa Dilakukan agar Pekerjaan Tetap Lancar