Setiap bank punya aturan berbeda, tetapi umumnya dihitung dari:
- 5% dari total tagihan atau minimal Rp50.000;
- Total tagihan bunga dan biaya lain, atau;
- Jumlah yang lebih besar dari keduanya.
Kamu bisa cek rincian pastinya di aplikasi mobile banking atau lembar tagihan bulanan.
Alasan tetap bayar jumlah minimum
Kalau keuangan kamu lagi sulit, pastikan untuk tetap bayar minimal jumlah minimum. Jangan sampai telat bayar yang bisa mengakibatkan kamu terkena denda sekitar 3% dari total tagihan, bahkan sampai Rp150.000 – Rp200.000.
Selain itu, skor kredit kamu juga bisa turun karena catatan keterlambatan tercatat di sistem OJK. Jadi, lebih baik bayar minimum daripada tidak bayar sama sekali.
Baca Juga: Pembayaran Belanja Online Mending Pakai Pay Pal Atau Kartu Kredit? Simak Fakta-Faktanya!
Risiko kalau hanya bayar minimum
Meski terasa ringan di awal, tetapi membayar minimum efeknya panjang. Sisa tagihan tetap kena bunga maksimal 1,75% per bulan sesuai aturan BI. Kalau terus dilakukan, kamu bisa butuh waktu lama untuk melunasi semuanya.
Selain itu, kamu juga bisa kehilangan masa tenggang (grace period) sekitar 20 – 25 hari setelah tanggal cetak tagihan. Kalau tidak bayar penuh, setiap transaksi baru langsung kena bunga sejak hari pembelian.
Jadi, meski membayar minimum bisa bantu kamu bertahan di masa sulit, jangan jadikan itu kebiasaan. Bayarlah lebih dari jumlah minimum setiap kali memungkinkan supaya keuangan kamu tetap sehat dan bebas dari jerat bunga jangka panjang. ***