PejuangKantoran.com - Jika digunakan dengan semestinya, kartu kredit memang memberikan banyak manfaat buat kita. Kartu kredit tidak lagi sekadar untuk membayar tagihan belanja pribadi, tetapi juga sebagai metode pembayaran di dunia bisnis.
Kemajuan teknologi dalam proses pembayaran telah meniadakan cek dan beralih mengadopsi elektronik. Perubahan ini terutama dalam hal pembayaran ke rantai pasokan, pembayaran supplier (pemasok), faktur, dan transfer lainnya.
Sayangnya, masih banyak pebisnis yang belum sadar akan kegunaan kartu kredit untuk bisnis. Manfaat kartu kredit bagi sebagian pebisnis masih sebatas pemahaman untuk kebutuhan konsumtif. Banyak pebisnis masih membayar dengan cash atau transfer bank.
Baca Juga: Sagitarius Pintar Mencari Uang, tapi Senang Menghabiskan Uang untuk Gaya Hidup
Ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan pebisnis jika mereka membayar invoice dengan kartu kredit, misalnya.
“Pebisnis bisa memanfaatkan kartu kredit untuk menambah tempo pembayaran mereka dari 30 sampai 45 hari. Biayanya juga tergolong murah dibanding dengan solusi paylater lain dan mudah dikontrol,” ungkap CEO & Co-Founder Paper.id, Yosia Sugialam, dalam diskusi panel bertema “Make B2B Payments Easier with Credit Card” di Jakarta, Senin (19/12/2022) lalu.
Jika digabung dengan fitur lain di Paper.id seperti tukar faktur digital dan rekonsiliasi pembayaran otomatis, menurut Yosia banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh oleh para pelaku usaha.
Ketiga fitur tersebut adalah beberapa contoh manfaat pembayaran bisnis secara digital:
Baca Juga: Pada Usia Berapa Kebutuhan Anak Menghabiskan Biaya Paling Tinggi? Orangtua Baru Mesti Siap-siap!
1. Bayar Invoice Dengan Kartu Kredit (PaperPay Out), yaitu fasilitas pembayaran digital ke supplier tanpa harus mendaftarkan supplier ke Paper.id. Pembayaran invoice ke supplier bisa dilakukan dengan berbagai metode pembayaran seperti kartu kredit, E-wallet, bank transfer, Go Tagihan, dan Tokopedia.
Pebisnis bisa mendapatkan tambahan tempo (extra 15 - 45 hari tunda bayar supplier) dengan pembayaran melalui pakai kartu kredit. Invoice dari supplier atau vendor pun terbayar dalam waktu singkat dan diproses ke dalam laporan laba rugi secara otomatis.
2. Tukar faktur digital. Penerimaan faktur pembelian dari pihak supplier biasanya berupa invoice fisik kepada pihak finance. Setelah itu, pihak finance akan melakukan proses pembayaran sesuai dengan nominal yang tertera pada invoice tersebut.
Tukar faktur membutuhkan ketepatan dan kecepatan. Namun ada fitur Tukar Faktur Digital yang mengadopsi software digital saat melakukan proses pengadaan, sehingga kedua belah pihak dapat melakukan document tracking dan invoicing dengan lebih mudah.
Lalu kamu bisa melakukan pengecekan dokumen lebih mudah lewat gadget atau komputer. Selain itu, dokumen dapat dikirimkan secara langsung dan diunduh sehingga kamu bisa mencetaknya sendiri, mempersingkat waktu, serta mengurangi biaya operasional.
Baca Juga: Sudah Punya Asuransi Kantor, Masih Perlu Asuransi Kesehatan Pribadi?
Artikel Terkait
Lowongan Officer Development Program (ODP) Information Technology di Bank Mandiri
Status Kepegawaian dan Penempatan Kerja Calon Karyawan BUMN
Tonton Video Trailer Avatar: The Way of Water Di Sini Buat yang Masih Penasaran!
Cara Lebih Baik untuk Memanfaatkan Rehat Meeting Saat Rapat Maraton
Serangan Phishing Mengincar Korban yang Mudah Percaya Saat Diminta Membuka Link