- langsung waktu meminta, atau;
- setelah teman setuju meminjamkan.
Pastikan kamu menyebutkan tanggal yang jelas untuk menghindari PHP dan rasa sungkan.
5. Tawarkan untuk mencatat (tertulis/chat)
Meskipun kamu pinjam ke teman dekat, etis untuk “clear” atau jelas tentang:
- jumlah pinjaman;
- tanggal pinjam;
- tanggal kembali.
Ini bukan tanda tidak percaya, justru untuk menjaga hubungan. Kalau perlu, kamu sebagai peminjam yang menawarkan untuk ada perjanjian hitam di atas putih.
6. Bayar lebih cepat dari yang dijanjikan (jika memungkinkan)
Dalam budaya kita, mengembalikan lebih cepat dari janji menunjukkan:
- tanggung jawab;
- penghargaan pada teman;
- menghilangkan beban psikologis.
Baca Juga: Jadi Ahli Waris Tapi Kok Malah Bayar Utang Orang yang Meninggal?
7. Jangan ghosting atau menunda memberi kabar
Ada kemungkinan kamu telat mengembalikan. Jika telat mengembalikan, sebaiknya:
- memberi tahu terlebih dahulu bahwa kamu kemungkinan akan telat mengembalikan;
- sampaikan rencana baru atau penjadwalan ulang tanggal pengembalian;
- minta maaf.
Yang sering membuat keadaan menjadi memburuk biasanya bukan jumlah atau keterlambatan, tapi hilang kabar alias ghosting.
8. Jangan pamer atau terlihat boros saat belum melunasi
Ketika belum lunas, jangan pernah pamer dan terlihat boros, ini ‘big no no”. Contohnya:
- liburan;
- belanja mahal;
- posting gaya hidup mewah.
Hal semacam ini sering jadi pemicu konflik karena dianggap tidak menghargai uang teman.
Baca Juga: Bijakkah Menggunakan Pinjaman tanpa Agunan untuk Melunasi Utang Kartu Kredit?
9. Setelah lunas, ucapkan terima kasih secara tulus