Pinjam Dulu 100! Perhatikan Etika Ketika Kamu Mau Pinjam Uang ke Teman

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 21 November 2025 | 14:20 WIB
Pinjam uang, meskipun kepada teman dekat, tetap harus ada etikanya. (Pejuangkantoran.com Made with Google AI)
Pinjam uang, meskipun kepada teman dekat, tetap harus ada etikanya. (Pejuangkantoran.com Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com -  Musibah itu tidak pernah direncanakan sehingga kita pun tidak tahu akan kena atau tidak. Misal, kamu harus transaksi saat itu, namun PIN mobile banking maupun ATM kena blok karena salah sampai tiga kali.

Biasanya kalau seperti ini, umumnya orang akan pinjam uang atau minta teman membayari lebih dahulu, baru nanti dikembalikan. Makanya frase bercanda “Pinjam Dulu 100” itu nyata adanya. Ini sebenarnya gambaran bagaimana pinjam-meminjam uang antarteman itu hal yang biasa.

Namun, meskipun biasa dan bisa jadi jumlahnya kecil, meminjam uang kepada teman itu tetap harus punya etika. Karena, tanpa etika, pinjam meminjam ini bisa meretakkan hubungan pertemanan.

Seperti yang diungkapkan budayawan Sujiwo Tejo yang dikutip oleh publikbicara.com dari akun @rumpi_gossip, “Jangan pernah kamu ngasih hutang ke teman. Kamu akan kehilangan duit dan kehilangan teman.” 

Baca Juga: 5 Jebakan Metode Cash Stuffing yang Harus Diwaspadai, Salah Satunya Godaan untuk Pinjam Uang

Etika umum di Indonesia ketika meminjam uang kepada teman berikut ini, bukan lah aturan hukum, tapi norma sosial yang sangat hidup dalam pergaulan sehari-hari:

1. Jujur tentang kebutuhan dan kemampuan bayar

  • Sebutkan untuk apa kamu meminjam uang (secukupnya, tidak perlu terlalu detail kalau sensitif).
  • Jelaskan juga kapan kamu mampu mengembalikan dan bagaimana caranya.
  • Sebagai catatan, keterbukaan itu dianggap tanda niat baik.

2. Jangan meminjam jika kemungkinan besar tidak bisa bayar

Budaya kita sangat menekankan “jaga hubungan”. Meminjam namun kemudian macet, tidak bisa mengembalikan, sering dianggap:

  • tidak menghargai teman;
  • memanfaatkan kedekatan;
  • membuat hubungan retak dan tidak enak ketemu.

Baca Juga: Pernah Pinjam Uang di Pinjol Bisa Jadi Pertimbangan Melamar Kerja, Cek Bahaya Pakai Pinjol dan Paylater

3. Jangan meminjam mendadak kecuali keadaan darurat

Meminta “hari ini harus” tanpa alasan kuat cenderung dinilai memaksa. Orang Indonesia sensitif terhadap kesan menekan (“ngerepotin”).

4. Tetapkan batas dan tanggal pengembalian

Kapan kamu bisa mengembalikan, biasanya ini disampaikan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, publikbicara.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X