PejuangKantoran.com - Pengalaman mendapat gaji pertama bagi pekerja pemula tentu sangat menyenangkan. Biasanya banyak yang langsung hura-hura dan membuatnya mendadak tekor di tengah bulan.
Ketika ada kebutuhan mendadak, jalan pintas yang sering ditempuh adalah berutang karena tabungan tidak mencukupi. Itu sebabnya, merdeka finansial penting untuk diketahui dan dijalankan oleh para pekerja pemula.
Buat pekerja pemula kemerdekaan finansial mungkin masih sebatas rencana dan mereka jadi skeptis untuk bisa mewujudkannya. Bagaimana tidak, dengan gaji seadanya harus memenuhi kebutuhan membayar kost, transportasi kost ke kantor, makan, membeli baju kerja. Belum termasuk ngopi, hangout setelah pulang kerja, atau gym bersama teman.
Sebenarnya, mewujudkan kemerdekaan finansial bukan sesuatu yang tidak mungkin bagi yang gajinya pun belum mencapai belasan atau puluhan juta.
Siapapun bisa mencapainya asalkan mau bekerja keras dan mengatur keuangan dengan disiplin. Jika kita bijak menggunakan uang sejak menerima gaji pertama maka seiring waktu akan menjadi kebiasaan dan akan memengaruhi gaya hidup, akan terbiasa hidup sederhana dan tidak berfoya-foya.
Baca Juga: Para Artis Heboh Diajak Naik LRT Presiden Jokowi, Ayu Dewi: “Smooth Kayak Masa Depan Kita”
1. Rutin menabung
Saat masih muda dan sudah berkarier yang memiliki prospek masa depan tentu menerima gaji pertama adalah kebanggaan. Ada juga yang sudah memiliki penghasilan tambahan sejak usia muda dari pekerjaan menjadi asisten dosen atau bekerja part time di luar jam kuliah, tetapi dengan hasil seadanya.
Kunci pertama dari perencanaan keuangan pribadi adalah menabung. Berapapun gaji yang Anda miliki pastikan tetap memprioritaskan menabung. Jika melakukannya secara rutin, nantinya, Anda pun akan sayang menghabiskan uang dengan cepat hanya demi membeli barang yang bukan kebutuhan.
“Pada akhirnya bekerja dan menerima gaji pertama, tentu sangat menyenangkan, tidak perlu seirit dulu dan ingin sekali mewujudkan semua mimpi yang ditahan sejak kuliah karena keterbatasan dana. Namun demikian, saya tidak ingin terlena karena apapun bisa terjadi saat kita berkarir. Kejadian tidak terduga itu tidak hanya berupa hal negatif, tetapi kesempatan baik juga memerlukan dana sehingga kita harus mempersiapkan kondisi finansial dengan baik. Saya belajar memprioritaskan menabung dan memilah kebutuhan barulah pelan-pelan mewujudkan keinginan yang tertunda seiring kenaikan gaji,” ungkap Head of Sequis Digital Channel Antonius Tan.
Baca Juga: Terbiasa Main Teater, Ini Kesulitan Sha Ine Febriyanti Saat Bermain di Film Budi Pekerti
“Perhitungan yang mudah adalah menentukan rasio tabungan. Setidaknya lebih dari 20% per bulan saya sisihkan untuk menabung. Jika ternyata ada sisa dari gaji dalam bulan tersebut atau mendapatkan bonus dan THR maka saya niatkan meningkatkan rasio tabungan lebih lagi. Jika bagi Anda rasio tersebut masih tinggi, tidak masalah dikecilkan lagi, tetapi tambahkan waktunya misalnya per hari atau per minggu. Seiring naiknya gaji dan keuangan lebih stabil maka bisa tingkatkan rasio tabungan tersebut."
2. Punya passive income
Selain berhemat dan menabung, saat usia masih muda dan produktif sangat baik jika Anda menambah ilmu, pengalaman, dan jejaring pertemanan. Salah satu hal baik yang dapat dilakukan anak muda atau pekerja pemula adalah mulai memikirkan cara mendapatkan pendapatan pasif (passive income).