“Pada masa saya menjadi mahasiswa atau pekerja pemula, mendapatkan passive income tidak banyak jenisnya. Biasanya ada yang menjadi asisten dosen, guru les, bekerja tambahan di malam hari, dan lainnya. Namun, pada zaman modern ini, banyak cara mendapatkan passive income, seperti membuat & memonetisasi blog, menjadi YouTuber/influencer, menulis eBook, melakukan investasi, beli properti kemudian disewakan, dan lainnya. Jadi, tidak ada alasan untuk kita tidak bekerja giat membangun masa depan,” ucapnya.
Baca Juga: Perusahaannya Sempat Dihargai 40 Miliar Dollar, Kini WeWork Terancam Bangkrut
3. Sanggup mengelola utang
Berutang seringkali menjadi solusi untuk menyelesaikan kebutuhan pembiayaan mendadak. Namun, jika terlalu banyak utang dapat membuat hidup tidak tenang.
Sebaiknya pertimbangkan dengan matang jika akan berutang, yakni apakah akan mampu konsisten melunasi utang tepat waktu, apakah jika melunasi utang dapat berdampak pada kebutuhan lain, dan mampukah tidak menambah utang baru sebelum utang lama terselesaikan.
Jadikan utang sebagai solusi alternatif terakhir. Jika sanggup membayar tunai akan lebih baik. Jika harus mengajukan pinjaman sebaiknya untuk keperluan utang produktif dan ajukan pinjaman hanya ke lembaga resmi seperti bank, koperasi resmi, atau pegadaian.
“Pekerja pemula memiliki kesempatan memiliki aset jika disiplin menabung, berhemat, dan mengusahakan tidak memiliki utang konsumtif serta memiliki penghasilan pasif. Selanjutnya, jika sudah memiliki aset, kita perlu juga memikirkan cara mengamankan aset agar tidak tergerus oleh biaya tidak terduga yang dapat menyebabkan risiko kebangkrutan dengan mengasuransikan diri kita dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan,” imbau Antonius.
4. Simpan dana darurat
Dana darurat adalah dasar dalam perencanaan keuangan yang bertujuan menjadi jaring pengaman saat darurat.
Baca Juga: Fakta Sang Saka Merah Putih yang Dijahit Fatmawati, Bukan Berasal dari Sprei Warna Putih
“Selain menabung, hal lain yang saya lakukan sejak pekerja pemula adalah belajar menyiapkan dana darurat. Dana darurat ini idealnya sejumlah 6 kali pengeluaran bulanan kita saat ini. Namun bisa pergunakan target awal 2-3 bulan pengeluaran bulanan dahulu sebagai awalan. Jika dana darurat tidak terpakai bukan berarti bisa dipakai, saya tetap tingkatkan jumlahnya karena kita tidak pernah tahu kapan kondisi darurat terjadi,” kata Antonius.
5. Berasuransi sejak muda dan sehat
Selain dana darurat, para pekerja pemula juga dianjurkan untuk melengkapi diri dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan untuk melindungi finansial dari risiko kesulitan ekonomi yang mungkin harus ditanggung diri sendiri dan keluarga jika terjadi sakit kritis, cacat tetap dan total hingga meninggal dunia.
Anda dapat mulai menyisihkan 10% dari seluruh pendapatan bulanan untuk melindungi diri dengan asuransi jiwa dan kesehatan.
“Mengeluhkan tidak cukup uang untuk membeli asuransi karena pendapatan bulanan yang kecil sehingga menunda untuk berasuransi sampai waktu yang belum bisa dipastikan sama saja meningkatkan risiko kerugian karena umur terus bertambah dan ada risiko terserang penyakit kritis yang menyebabkan ditolaknya pengajuan asuransi oleh perusahaan asuransi. Para pekerja pemula pada zaman ini lebih mudah memilih asuransi karena sudah banyak tersedia asuransi secara digital,” ujarnya.
Artikel Terkait
Fakta Sang Saka Merah Putih yang Dijahit Fatmawati, Bukan Berasal dari Sprei Warna Putih
Arti Lirik Lagu V BTS “Love Me Again” yang Syuting MV-nya Jauh-Jauh ke Spanyol
Ada Alasan Medis Mengapa Tubuh Mudah Merasa Lelah padahal Sudah Cukup Istirahat
Omar Esteghlal Anggap "Budi Pekerti" Naskah Terbaik yang Pernah Dibaca Seumur Hidupnya
Perusahaannya Sempat Dihargai 40 Miliar Dollar, Kini WeWork Terancam Bangkrut
Buat Para Bos, Ini 5 Cara Agar Karyawan Tidak Memilih Quiet Quitting saat Bekerja
Mau Negosiasi Gaji tapi Belum Punya Pengalaman Kerja? Ini yang Harus Dipertimbangkan!
Jangan Coba-Coba Foto atau Video Call di Imigrasi Bandara, Bisa Ditangkap Petugas!
Terbiasa Main Teater, Ini Kesulitan Sha Ine Febriyanti Saat Bermain di Film Budi Pekerti
Para Artis Heboh Diajak Naik LRT Presiden Jokowi, Ayu Dewi: “Smooth Kayak Masa Depan Kita”