PejuangKantoran.com - Bosan membuat resolusi tahun baru yang pada akhirnya tidak tercapai satu pun? Kemungkinan hal itu memang akan terjadi jika kamu membuat resolusi yang sulit dicapai. Misalnya, ingin berat badan turun 10 kilogram tapi kamu lebih suka rebahan daripada olahraga.
Kunci dari membuat resolusi tahun baru yang mudah dicapai adalah membuat daftar pencapaian yang terukur. Terutama jika hal ini berkaitan dengan resolusi keuanganmu.
Menurut survei baru dari Bank of America, 41% responden mencapai resolusi 2022 mereka. Beberapa resolusi keuangan tahun baru yang terpopuler adalah meningkatkan tabungan, melunasi utang kartu kredit, dan menyiapkan dana darurat. Lalu, tentukan tolok ukur yang jelas.
Baca Juga: 5 Kesalahan Saat Membeli Mobil Pertamamu, Hindari Supaya Nggak Malah Bokek
Berikut beberapa resolusi keuangan untuk tahun baru dengan perkiraan persentasenya, sesuai saran Sarah Coles, analis senior keuangan pribadi dari Hargreaves Lansdown.
1. Tingkatkan tabungan (12%)
Jika saldo rekening tabungan kamu tidak sesuai dengan yang kamu inginkan, ada cara lain untuk meningkatkan strategi tabungan: pilih produk tabungan yang tepat.
Menyimpannya di rekening tabungan tradisional mungkin nyaman, tetapi menabung agar uangmu dapat terus tumbuh akan lebih baik. Contohnya high yield saving account, yang biasanya memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi daripada rata-rata rekening tabungan tradisional.
2. Bayar utang kartu kredit (7%)
Utang kartu kredit bisa menggerus uangmu karena suku bunga kartu kredit cenderung lebih tinggi daripada suku bunga jenis utang lainnya. Bunga kartu kredit di Indonesia pun tertinggi dibandingkan negara-negara penerbit lainnya di dunia.
Rata-rata suku bunga kartu kredit yang dipatok bank penerbit di Indonesia mencapai 26,6% per tahun, atau sekitar 2,21% per bulan. Bahkan, ada yang menetapkan bunga 3 persen per bulan, atau 36% per tahun.
Baca Juga: Sudah Punya Asuransi Kantor, Masih Perlu Asuransi Kesehatan Pribadi?
Tinjau kembali anggaran bulanan kamu dan cari area di mana kamu bisa memangkas biaya dan mengalokasikan lebih banyak untuk pembayaran utang. Kamu bisa berkonsultasi dengan bank penerbit kartu kredit untuk menurunkan tarif bunganya.
3. Siapkan dana darurat (10%)
Membangun dana darurat adalah untuk memastikan ketika sesuatu yang tak terduga terjadi, kamu tidak kesulitan untuk membiayainya. Apalagi, sampai harus berutang untuk membayarnya.
Hal tak terduga itu misalnya, ada kerusakan di rumah yang harus segera diperbaiki, ada anggota keluarga yang sakit, atau kena PHK.
Cara menyiapkan dana darurat adalah dengan menyisihkan sekian persen dari gaji bulanan, atau dengan menetapkan sejumlah angka (misalnya Rp200.000 per bulan). Atur dengan sistem auto debet sehingga kamu tidak perlu berpikir untuk menyisihkan uang setiap bulan.
4. Kurangi pengeluaran (10%)
Agar bisa menabung lebih banyak, kamu juga bisa melihat dari sisi lainnya: kurangi pengeluaran kamu hingga sekian persen. Memang budgeting menjadi agak rumit kalau harga-harga naik, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Tetapkan nilainya, misalnya 10%.
Artikel Terkait
Cara Mendaftar Seleksi Penerimaan PPPK di Kemendikbudristek, Teliti Semua Aturannya!
Meski Sibuk, Jangan Lupa Bikin Kue Natal! Ini Resep Butter Cake Lembut ala Chef Devina
Setelah Punya Baby, Apa Rencana Adipati Dolken untuk Menyambut Tahun Baru?
Cara Validasi NIK menjadi NPWP Secara Mandiri, Agar Nomor KTP Bisa Jadi Nomor NPWP
Tidak Ada Lagi Gisel, dan 5 Fakta Baru Lainnya di Cek Toko Sebelah 2