PejuangKantoran.com - Sebelum tayang reguler di bioskop yang dijadwalkan pada awal tahun 2024, Pemukiman Setan diputar lebih dulu di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2023 (JAFF18) dalam segmen Asian Premiere.
Yang membuat premiere Pemukiman Setan menarik adalah penayangannya yang dilakukan tengah malam. Penayangan tengah malam, atau dalam istilah Jogja-Netpac Asian Film Festival 2023 adalah Midnight Event (Nocturnal), diselenggarakan lagi setelah sempat vakum 10 tahun.
Diselenggarakan pada Jumat, 1 Desember 2023, di Empire XXl Jogja, pemutaran Pemukiman Setan mengundang antusias publik yang tinggi. Penonton rela menghabiskan waktu hingga larut malam karena keesokan harinya akhir pekan.
Baca Juga: Spotify Akhiri Tahun 2023 dengan Memberhentikan 1.500 Karyawan, Terbanyak Sepanjang Tahun Ini
Film yang disutradarai Charles Gozali itu mengisahkan pengalaman empat sahabat yang mencoba merampok rumah antik di tengah hutan. Apesnya, Alin (Maudy Effrosina) dan kawan-kawannya menemukan rahasia mengerikan di rumah yang ingin mereka rampok.
Mereka menemukan seorang perempuan yang terpasung, dan berusaha untuk membebaskannya. Namun, perempuan itu ternyata kerasukan arwah yang memiliki dendam kesumat dan menteror Alin dan kawan-kawan.
Dalam sekejap, mereka semua terjebak dalam lingkaran teror yang mengerikan dari kutukan maut. Kutukan itu hanya bisa dituntaskan oleh senjata pusaka yang harus mereka temukan di malam yang sial itu.
“Saya sangat senang film ini diputar dan ditonton oleh teman-teman semua di sini. Semoga semua bisa ikut terbawa dalam perjalanan keempat pemain di film ini.
“Di saat mencari jalan keluar untuk masalah mereka, justru yang mereka temukan sesuatu yang lebih menyeramkan,” ungkap Charles Gozali.
Setelah penayangan film, digelar sesi diskusi bersama Charles Gozali, Daniel Irawan sebagai creative producer, serta para pemain seperti Bhisma Mulia, Daffa Wardhana, Ashira Zamita, dan Teuku Rifnu Wikana.
Daffa Wardhana berharap penonton puas dan bisa membawa pengalaman menonton Pemukiman Setan sebagai sesuatu yang berbeda.
Baca Juga: 6 Tanda ADHD di Dunia Kerja, Kira-kira Ada Gejala yang Kamu Punya?
“Apalagi di film itu saya dipercaya memerankan karakter yang bisa dibilang berani nekat. Nekat untuk mencari jalan keluar dari kondisi kita, tapi justru di situ keberanian kita ditantang,” ungkap Daffa.
Sebelum menyutradarai Pemukiman Setan, Charles Gozali sukses menggarap film horor religi Qodrat. Pendiri Magma Entertainment ini kembali menggarap film horor karena merasa genre ini masih bisa terus dieksplorasi.
Charles tertantang untuk menyajikan sesuatu yang berbeda dari film horor yang sudah beredar. Itu sebabnya horor dalam Pemukiman Setan ini bisa dibilang cukup unik dari segi sinematografi, dan dari sudut-sudut pengambilan gambarnya.
Artikel Terkait
Peach Fuzz, Tren Warna yang Bakal Populer di 2024: Melambangkan Harapan
Film-film Natal Seru yang Bisa Kamu Tonton di Netflix, Tak Cuma yang Romantis
Ingin Jadi Pekerja Migran Indonesia dan Kerja di Luar Negeri? Ini Persyaratan dan Cara Registrasinya!
Sulit Mencari Pemain, Talent Scouter Film Women From Rote Island Izin Hunting ke Rumah Bordil
Pendatang Baru Willyam Wolfgang Pasrah Lakukan Adegan Rudapaksa di Film Women From Rote Island
Tentang Daging Sapi Australia dan Indonesia dalam Angka
Minggir ChatGPT, Google Luncurkan Gemini yang Diklaim Bakal Jadi yang Tercanggih Saat Ini