PejuangKantoran.com - Melalui memonya kepada semua staf, CEO Spotify, Daniel Ek, mengumumkan memberhentikan 6% karyawan Spotify secara global awal tahun ini, tepatnya Senin (23/1/2023) lalu.
PHK massal tersebut membuat hampir 600 staf, dari lebih 9.800 karyawan tetap Spotify, kehilangan pekerjaannya. Juni 2023, platform streaming musik yang berbasis di Swedia itu kembali memangkas karyawannya sebesar 2% (200 orang).
Baca Juga: 6 Tanda ADHD di Dunia Kerja, Kira-kira Ada Gejala yang Kamu Punya?
Tampaknya semua upaya restrukturisasi belum membuahkan hasil yang diharapkan. Menjelang akhir 2023, CEO Spotify Daniel Ek lagi-lagi mengumumkan akan memberhentikan karyawannya.
“Saya telah membuat keputusan sulit untuk mengurangi total jumlah karyawan sekitar 17% di seluruh perusahaan,” tulis Daniel Ek dalam memonya kepada para karyawan.
Usai mengirimkan memo pada karyawan, Daniel Ek menayangkannya di blog Spotify. Daniel mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi telah “melambat secara dramatis” bagi perusahaan-perusahaan. Di saat yang sama, modal menjadi lebih mahal.
Tadinya, Spotify berniat mengurangi karyawan dalam jumlah yang lebih kecil selama dua tahun ke depan.
Baca Juga: Minggir ChatGPT, Google Luncurkan Gemini yang Diklaim Bakal Jadi yang Tercanggih Saat Ini
Namun karena kesenjangan antara tujuan finansial Spotify dan biaya operasionalnya, Spotify memilih PHK yang lebih agresif dan dianggap “yang terbaik”. PHK sebanyak 17% artinya sekitar 1.500 orang.
Keputusan PHK tersebut dinilainya sebagai dampak perekrutan karyawan yang signifikan pada tahun 2020 dan 2021. Faktanya, peningkatan jumlah pegawai pada tahun-tahun awal pandemi tidak membuat perusahaan lebih efisien.
“Dari sebagian besar metrik, kami lebih produktif namun kurang efisien. Kita harus menjadi keduanya.
“Saat ini, kita masih memiliki terlalu banyak orang yang berdedikasi untuk mendukung pekerjaan, dan bahkan melakukan pekerjaan di sekitar pekerjaan, ketimbang memberikan kontribusi terhadap peluang yang memiliki dampak nyata.”
Tidak disebutkan tim mana yang terdampak PHK di Spotify, atau apakah perampingan karyawan akan menyebar ke seluruh bagian perusahaan.
Baca Juga: Tentang Daging Sapi Australia dan Indonesia dalam Angka
Belum jelas pula apakah PHK akan lebih banyak terjadi di satu wilayah dibandingkan wilayah lainnya. Selain Swedia, saat ini Spotify memiliki karyawan di Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara lainnya.
Artikel Terkait
Kasus Pneumonia di China Sudah Masuk ke Jakarta, Lakukan Ini untuk Pencegahan!
Hasil Seleksi PPPK 2023 Sudah Diumumkan, Cek Link Pengumuman dan Tahap Seleksi Selanjutnya
Jangan Lupa Lakukan Pemadanan NIK dan NPWP Sebelum 31 Desember 2023, Ini Akibatnya Jika Tak Dilakukan!
Dirut Sido Muncul: Warisan Budaya Takbenda UNESCO Harus Berdampak terhadap Industri Jamu Indonesia
Kini Capres dan Cawapres Bisa Usulkan YouTuber dan Content Creator Jadi Moderator Acara Debat
95% Penerima Program Kartu Prakerja Alami Peningkatan Peluang Kerja Setelah Kembali ke Skema Normal
Minggir ChatGPT, Google Luncurkan Gemini yang Diklaim Bakal Jadi yang Tercanggih Saat Ini