PejuangKantoran.com - Ada semangat dari rumah produksi dan para produser film untuk semakin memajukan kualitas perfilman Indonesia. Hal ini bisa dirasakan lewat peluncuran film Sehidup Semati pada awal 2024.
Mengambil isu KDRT (kekerasan di dalam rumah tangga), Sehidup Semati menjadi film yang relatable bagi banyak orang. Padahal meskipun isu KDRT sering terdengar atau bahkan dirasakan bagi sebagian orang, tidak mudah menerjemahkannya ke dalam film.
Namun, sutradara Upi mampu mengemas nuansa film Sehidup Semati dengan sangat artistik. Banyak ironi yang diselipkan ke dalam adegan film, termasuk adegan-adegan berani yang jarang ditemui di film–film Indonesia.
Baca Juga: Jangan Lupa, Besok Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024 Sudah Dibuka Lho!
Film ini juga ditulis oleh Upi, dan dimainkan dengan intensitas yang luar biasa oleh Laura Basuki, Ario Bayu, Asmara Abigail, Chantiq Schagerl dan Lukman Sardi.
Film keluaran Starvision ini mengangkat kisah tentang sepasang suami istri, Renata (Laura Basuki) dan Edwin (Ario Bayu), di mana sang istri percaya bahwa pernikahan tidak bisa diceraikan apapun situasinya sampai mati.
Padahal, Edwin tidak hanya berselingkuh tetapi juga suka melakukan kekerasan terhadapnya.
Upi mengaku menulis cerita dengan topik berat ini karena terusik oleh hal-hal di sekitar lingkungannya.
“Sebenarnya, pertama kali mau membuat cerita Sehidup Semati ini karena ada satu hal yang mengusik pikiran saya,” ujar Upi, saat konferensi pers Sehidup Semati di Jakarta, Senin (8/1/2024) lalu.
“Seringkali terjadi dalam dogma atau keyakinan, ayat-ayat yang dipelintir atau disalahgunakan hingga akhirnya membuat posisi perempuan menjadi sangat lemah dan rentan,” ujar sutradara berusia 51 tahun ini.
Dari hasil observasi tersebut, Upi menciptakan karakter Renata, perempuan yang terjebak dengan pemahaman dogma yang salah. Malangnya, Renata tidak memiliki support system yang baik dalam mengatasi badai dalam bahtera pernikahannya.
Baca Juga: Korea Selatan Bakal Buka Sekolah Menengah Kpop, Khusus Buat Kamu yang Ambisi Jadi Idol Kpop
“Tokoh Renata di Sehidup Semati itu diatur bahwa perempuan harus menurut dan patuh. Tidak punya ruang untuk mempertanyakan KDRT yang dialaminya.
“Ada pemikiran jika ia tidak sendiri (mengalami KDRT) karena sudah ia lihat dan rasakan dari kehidupan ibu bapaknya. Jadi, saya pikir ini mengerikan sekali ya, jika dibiarkan terus-menerus.
“Kasihan sekali perempuan-perempuan seperti Renata yang tidak punya support system. Ketika ada kekerasan terjadi padanya, dia tidak bisa ke mana-mana karena yang ia tahu ibunya sendiri mengalami hal yang sama,” papar Upi.
Artikel Terkait
Pemilu 2024 Sebulan Lagi, Cek Apakah NIK Kamu Sudah Terdaftar sebagai Pemilih Tetap!
Cara Mengurus Form Pindah Memilih Kalau Mau Nyoblos di Luar Domisili, Batas Waktunya 15 Januari!
Bank Indonesia Bilang, 6 Bulan ke Depan, Mencari Pekerjaan Lebih Sulit
Ternyata, Kamu Bisa Membeli Rumah KPR Senilai Rp500 Juta dengan BPJS Ketenagakerjaan, Lho!
Duolingo PHK Karyawan, Pecat Penerjemah Manusia dan Menggantikannya dengan AI
Kelompok Usia 20-30 Tahun Paling Khawatir Tak Dapat Pekerjaan
Dispatch Bongkar Isi Pesan Percakapan 2 Wanita yang Diduga Ancam dan Peras Lee Sun Gyun