PejuangKantoran.com - Survei Bank Indonesia termutakhir menyebut kelompok usia 20-30 tahun paling khawatir apabila mereka tak mendapatkan pekerjaan.
Survei Bank Indonesia atau BI itu tersaji di laman bi.go.id edisi 9 Januari 2024.
"Survei Bank Indonesia mengenai ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 6 bulan ke depan di Indonesia," kata pernyataan survei Bank Indonesia.
Survei Bank Indonesia mengenai ekspektasi ketersediaan lapangan kerja itu terlaksana pada Desember 2023.
Survei Bank Indonesia itu pun mencakup penelitian pada Oktober 2023 dan November 2023.
Kelompok usia 20-30 tahun
Survei Bank Indonesia atau BI itu membagi beberapa kelompok usia responden.
Pertama adalah kelompok usia 60 tahun ke atas.
Kedua adalah kelompok usia 41-50 tahun.
Ketiga, adalah kelompok usia 20-30 tahun.
Dalam survei Bank Indonesia tentang ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 6 bulan ke depan, kelompok usia 41-50 tahun hanya turun angkanya 0,1 poin.
Kemudian, kelompok usia 60 tahun ke atas kehilangan ekspektasi menjadi 120,7 dari posisi awal 124,9.
Sementara itu, kelompok usia 20-30 tahun paling banyak mengalami anjloknya ekspektasi karena makin minimnya ketersediaan lapangan kerja 6 bulan ke depan.
Kelompok usia 20-30 tahun punya angka anjlok ekspektasi menjadi 120,3 per Desember 2023.
Artikel Terkait
Paraaah... 29% Karyawan Pilih Resign Setelah Naik Jabatan, bahkan Ada yang Pindah dalam Sebulan!
Bagaimana Rasanya Belum Pernah Berkencan?
6 Alasan Mengapa Karyawan Resign Setelah Naik Jabatan, Nomor 4 yang Paling Ngenes Sih!
4 Peristiwa di Balik Layar Golden Globe 2024, Pssst... Selena Gomez-Taylor Swift Bergosip soal Timothee Chalamet
Golden Globe Awards ke-81 Rayakan Kemenangan Oppenheimer dan Succession, Barbie Gagal Raih Penghargaan Tertinggi
Pemilu 2024 Sebulan Lagi, Cek Apakah NIK Kamu Sudah Terdaftar sebagai Pemilih Tetap!
Cara Mengurus Form Pindah Memilih Kalau Mau Nyoblos di Luar Domisili, Batas Waktunya 15 Januari!
Bank Indonesia Bilang, 6 Bulan ke Depan, Mencari Pekerjaan Lebih Sulit
Ternyata, Kamu Bisa Membeli Rumah KPR Senilai Rp500 Juta dengan BPJS Ketenagakerjaan, Lho!
Duolingo PHK Karyawan, Pecat Penerjemah Manusia dan Menggantikannya dengan AI