PejuangKantoran.com - Imbas kesuksesan Ipar adalah Maut dan Agak Laen yang bukan film dengan genre horor, film-film Indonesia di bioskop kini semakin variatif.
Salah satunya adalah film drama romance Romeo Ingkar Janji yang dibintangi oleh Morgan Oey dan Valerie Thomas.
Film yang disutradarai oleh Emil Heradi ini mengangkat cerita tentang Romeo (Morgan Oey) dan Agatha (Valerie Thomas), dua orang yang punya masalah dengan keluarga masing-masing sehingga mereka memilih untuk menjauh dari permasalahan tersebut.
Baca Juga: Keuntungan dan Kerugian Statement of Work dalam Perekrutan Karyawan Kontrak
Di Bali, keduanya bertemu, saling melengkapi dan semakin dekat. Hingga akhirnya saling jatuh cinta.
Banyak kejadian yang kemudian memisahkan mereka. Meskipun begitu, keduanya beranggapan bahwa takdirlah yang memisahkan mereka.
Namun, ketika keduanya sadar bahwa ada-ada hal yang harus diselesaikan dan membiarkan semesta bekerja, takdir pula yang mempertemukan mereka kembali dengan cara-cara yang tak terduga.
“Lokasi kita kan di Bali. Itu sangat mungkin (membangun kisah ini) karena tempatnya sangat sempurna. Sempurna untuk hal-hal yang besar, magis dan juga menyedihkan.
“Jadi, itu semua membangun suasana. Lokasi membuat karakter pemain semakin kuat,” terang produser Leni Lolang, saat konferensi pers Romeo Ingkar Janji di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Jumat (19/7/2024).
Bertindak sebagai produser eksekutif dalam film ini adalah Jeremy Thomas, yang juga ayah dari Valerie Thomas. Sudah sejak lama aktor kawakan ini tergerak untuk membuat film ini, bahkan sebelum pandemi.
Baca Juga: Golden Visa Indonesia Resmi Dirilis, Pelatih Tim Nas Indonesia Shin Tae Yong Dapat Salah Satunya
“Sebenarnya kegelisahan saya muncul setiap kali bertemu teman-teman. Orang selalu melihat latar belakang saya sebagai pemain drama.
“Mereka selalu bertanya, kenapa sih film Indonesia horor terus. Kapan nih ada film-film bertema drama, romance atau sesuatu yang berbeda?” ungkap Jeremy.
Menurut aktor kelahiran Pekanbaru, 53 tahun lalu itu, penonton Indonesia sangat mencintai family drama. Tidak ada keluarga yang sempurna, namun ketidaksempurnaan membuat banyak sisi dari problem keluarga yang menarik untuk difilmkan.
“Kenapa? Karena yang namanya broken atau dysfunctional family itu banyak terjadi di antara kita semua. Hanya saja orang jarang sekali ingin mengeksposnya.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Sebagai Spesialis Pemasaran Digital - Desainer Konten & 2D di BYD Indonesia
Buat Perempuan Perkasa yang Setir Mobil Sendiri, Ini Tips Hadapi Kondisi Darurat
Begini Kira-kira Tampilan Poco F6 Edisi Deadpool & Wolverine, Benarkah Speknya Sesuai Poco F6 5G?
Crowdstrike Tawarkan Voucer Makan Uber Eats Senilai $10 kepada Mitra sebagai Permintaan Maaf?
3 Koleksi Sepatu Kasual dari Clarks, Aldo, dan Birkenstock yang Nyaman buat Ngantor Hari Jumat
Jelang Olimpiade Paris, Prabowo Subianto Kunjungi Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris
Lowongan Kerja Jadi Marketing and Public Relations Specialist di Cathay Pasific