Pejuangkantoran.com – Kamis, 6 Maret 2025, yang lalu, di kawasan Jabodetabek tambah lagi satu pusat perbelanjaan produk-produk dengan jenama (brand) premium, yaitu Jakarta Premium Outlets.
Ini adalah outlet store ketiga di kawasan Jabodetabek setelah The Grand Outlet di Karawang dan Summarecon Villagio Outlet di Karawang Timur.
Jakarta Premium Outlets ini tak hanya menyediakan jenama-jenama internasional terkemuka namun juga jenama-jenama lokal yang berkualitas. Total ada 150 tenant di outlet yang kabarnya beberapa jenama dengan outlet terbesar di Asia Tenggara.
Tak hanya di Indonesia, outlet store seperti ini sering menjadi salah satu destinasi wisata. Mereka yang mengunjungi tempat ini karena tertarik dengan harga produk-produk yang lebih murah dari jenama premium dibanding harga di department store.
Tentu saja yang dijual tetaplah produk-produk baru dan asli dari jenama-jenama tersebut. Namun, bagaimana ceritanya harganya bisa lebih murah bahkan hingga terdiskon 80an persen? Ini tak lepas dari sejarahnya.
Baca Juga: Tukang Belanja Baju, Jalankan Prinsip One In One Out Maka Hidupmu Lebih Bahagia!
Menjual Produk Reject dan Kelebihan Produksi
Outlet store ini konsepnya adalah menjual produk-produk reject, kelebihan produksi, ada closeout (clearance sale), barang-barang retur, atau bahkan versi kualitas rendah khusus untuk dijual di outlet store.
Konsep outlet store itu sendiri sebenarnya sudah sangat lama. Tahun 1930an, di wilayah timur Amerika Serikat, outlet store pertama di dunia didirikan.
Awalnya, toko di pabrik menjual produk-produk reject dan kelebihan produksi ke karyawannya sendiri dengan harga murah. Beriringnya waktu, pembelinya tak lagi hanya karyawan tapi juga konsumen di luar karyawan pabrik.
Tahun 1936, jenama Anderson-Little (produk busana pria) membuka outlet store di luar pabrik. Dan hingga tahun 1970an, toko ini bertujuan untuk menjual sisa atau kelebihan produksi dan produk-produk reject.
Dan di tahun itu pula Vanity Fair membuka outlet store dengan sejumlah tenant di Reading, Pennsylvania. Konsep outlet store ini memungkin produsen langsung memasuki ritel dan mendapatkan keuntungan lebih banyak.
Namun, untuk tetap menjaga hubungan baik produsen dengan department store yang juga menjual produk mereka, maka tidak banyak outlet store yang dibuka di kota-kota besar.
Bahkan pusat-pusat outlet store ini umumnya berjarak setidaknya 20 hingga 30 kilometer dari department store terdekat, dan berada di dekat jalan tol (higway road) antar kota, atau di resor dan daerah wisata.
Artikel Terkait
THR Pertama Generasi Z atau Gen Z, Hati-hati Jangan Jor-joran Belanja
Prioritas Pengeluaran Milenial dan Gen Z Sekarang Bukan Lagi untuk Healing atau Belanja Barang Branded
Hemat Mana, Belanja Keperluan Rumah Tangga Mingguan Atau Bulanan? Simak Perbandingannya!
Pahami Soal Perlindungan dan Hak Konsumen supaya Belanja Online Kamu Aman dan Nyaman
Pembayaran Belanja Online Mending Pakai Pay Pal Atau Kartu Kredit? Simak Fakta-Faktanya!
Apa Saja Keuntungan Jika Kamu Mengaktifkan Asuransi Barang Saat Belanja Online? Cek Di Sini!