Sempat Ditolak untuk Diproduksi, Film Sah! Katanya Akhirnya Malah Dianggap sebagai Berlian

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 20 April 2025 | 08:00 WIB
Produser Raam Punjabi sempat tidak yakin bahwa film Sah! Katanya layak diproduksi. (IMDb)
Produser Raam Punjabi sempat tidak yakin bahwa film Sah! Katanya layak diproduksi. (IMDb)

Sah! Katanya bercerita tentang Marni (Nadya Arina), yang berduka karena kematian mendadak ayahnya, Dipo (Landung Simatupang).

Ia semakin terkejut ketika membaca surat wasiat sang ayah yang memiliki keinginan terakhir yang sangat berat. Marni diminta untuk menikah dengan lelaki pilihannya, Marno (Dimas Anggara) di depan jasadnya. 

Permintaan itu sulit ditolak karena Marni mengetahui ayahnya mempunyai utang sangat besar, di mana utang itu bisa terselesaikan jika Marni menikahi Marno.

Di sisi lain, sebenarnya ia sudah punya pacar, yaitu Adi (Calvin Jeremy). Marni pun berada dalam dilema antara mempertahankan kisah cintanya atau berbakti kepada ayah dan menyelamatkan keluarga.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Meningkatkan Kondisi Finansial atau Keuangan Menjadi Lebih Baik!

Bagi Tata, bertindak sebagai penulis skenario dan menggarap skenario komedi merupakan bagian dari dirinya sebagai filmmaker yang tidak ingin hanya bermain di satu genre saja, tetapi ingin terus bereksplorasi. 

“Yang utama sebenarnya ini lebih ke bagaimana kami melihat film Indonesia hari ini. Film di bioskop kan sudah didominasi oleh satu genre tertentu. Nah, kita coba keluar dari situ," terang Sidharta Tata, yang sebelumnya sukses menyutradarai film Waktu Maghrib

Yang kedua, karena Tata dan Hendra memang ingin punya satu eksplorasi yang lain, yaitu komedi. Mereka berusaha mencari unique selling point yang membuat mereka bisa sama-sama keluar dari zona nyaman.

"Makanya kita buat komedi dan mencoba menghadirkan variasi ragam komedi di Indonesia," tutupnya. (Syanne Susita)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X