PejuangKantoran.com - Banyak orang merasa kesal saat terbangun tengah malam karena itu berarti waktu tidurnya terganggu.
Namun, tengah malam ternyata merupakan momen yang tepat untuk aktif menyelesaikan berbagai pekerjaan. Selain itu, beberapa ide dan solusi juga bisa muncul saat dalam keadaan setengah sadar di tengah malam.
Kondisi otak yang berbeda ini ternyata membuka cara berpikir baru yang kadang sulit dilakukan di siang hari.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT untuk 15 Kategori Masyarakat
Cara otak bekerja saat tengah malam
Studi “Mind After Midnight” pada 2022 yang dilakukan ilmuwan di University of Arizona, menunjukkan bahwa pikiran di larut malam cenderung lebih negatif, mudah terjebak dalam pikiran yang berulang, dan cenderung bertindak impulsif.
Pada waktu ini, risiko dalam pengambilan keputusan juga lebih sering diambil karena hal-hal berisiko terasa lebih menggoda.
Namun, di balik sisi gelap tersebut, ada juga potensi yang bisa dimanfaatkan. Beberapa pakar tidur menyebut bahwa larut malam justru bisa menjadi waktu terbaik untuk berpikir kreatif karena minim gangguan dari luar.
Selain itu, karena tidak sepenuhnya sadar, otak memasuki kondisi menyerupai lamunan yang bisa memicu ide-ide orisinal.
Tokoh seperti Salvador Dali dan Albert Einstein pernah memanfaatkan kondisi setengah sadar atau hypnagogia ini untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kreatif.
Baca Juga: Kata Maaf Memang Magical Word. Berikut Ini Penggunaan yang Tepat di Kantor
Jika terbangun dari tidur nyenyak
Menurut Katherine Green, direktur medis pengobatan tidur di UCHealth, malam hari memberikan ketenangan yang mendukung proses berpikir.
Alasannya karena tidak ada gangguan dari luar, dan otak memiliki ruang untuk mengolah ide secara bebas.
Green juga menjelaskan bahwa momen terbangun setelah tidur nyenyak bisa membantu otak menyatukan informasi dan pembelajaran dari hari sebelumnya.
Artikel Terkait
'Pengepungan di Bukit Duri' Ekspresi Keresahan Joko Anwar akan Gagalnya Sistem Pendidikan
Si Silent Reader, yang Lebih Banyak Diam di Grup Chat, Ternyata Cenderung Punya EQ Tinggi
Masalah Umum yang Terjadi saat Aktivasi Fitur MFA dan Solusi yang Bisa Dilakukan
7 Tren Resume di 2025 yang Bisa Kamu Ikuti, Format dan Desainnya Harus Bisa Dibaca oleh ATS
82% Pekerja Mengaku Mengalami Burnout, Ternyata Penyebabnya Karena Tekanan Bekerja dan Merawat Keluarga
LPDP-JICA 2025 Buka Pendaftaran Beasiswa untuk Program Double Degree dengan Universitas di Jepang
RS Gading Pluit Hadirkan Alat Deteksi Kanker Generasi Terbaru, Lebih Akurat dan Presisi