Terbangun Tengah Malam Ternyata Bisa Bikin Pikiran Lebih Kreatif, Mengapa Bisa Begitu?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 18 April 2025 | 16:20 WIB
Ilustrasi: Saat kamu terbangun tengah malam dan sulit tidur lagi, gunakan waktu ini untuk menyelesaikan tugas-tugas kreatif. (Freepik)
Ilustrasi: Saat kamu terbangun tengah malam dan sulit tidur lagi, gunakan waktu ini untuk menyelesaikan tugas-tugas kreatif. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Banyak orang merasa kesal saat terbangun tengah malam karena itu berarti waktu tidurnya terganggu.

Namun, tengah malam ternyata merupakan momen yang tepat untuk aktif menyelesaikan berbagai pekerjaan. Selain itu, beberapa ide dan solusi juga bisa muncul saat dalam keadaan setengah sadar di tengah malam.

Kondisi otak yang berbeda ini ternyata membuka cara berpikir baru yang kadang sulit dilakukan di siang hari.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT untuk 15 Kategori Masyarakat

Cara otak bekerja saat tengah malam

Studi “Mind After Midnight” pada 2022 yang dilakukan ilmuwan di University of Arizona, menunjukkan bahwa pikiran di larut malam cenderung lebih negatif, mudah terjebak dalam pikiran yang berulang, dan cenderung bertindak impulsif.

Pada waktu ini, risiko dalam pengambilan keputusan juga lebih sering diambil karena hal-hal berisiko terasa lebih menggoda.

Namun, di balik sisi gelap tersebut, ada juga potensi yang bisa dimanfaatkan. Beberapa pakar tidur menyebut bahwa larut malam justru bisa menjadi waktu terbaik untuk berpikir kreatif karena minim gangguan dari luar.

Selain itu, karena tidak sepenuhnya sadar, otak memasuki kondisi menyerupai lamunan yang bisa memicu ide-ide orisinal.

Tokoh seperti Salvador Dali dan Albert Einstein pernah memanfaatkan kondisi setengah sadar atau hypnagogia ini untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kreatif.

Baca Juga: Kata Maaf Memang Magical Word. Berikut Ini Penggunaan yang Tepat di Kantor

Jika terbangun dari tidur nyenyak

Menurut Katherine Green, direktur medis pengobatan tidur di UCHealth, malam hari memberikan ketenangan yang mendukung proses berpikir.

Alasannya karena tidak ada gangguan dari luar, dan otak memiliki ruang untuk mengolah ide secara bebas.

Green juga menjelaskan bahwa momen terbangun setelah tidur nyenyak bisa membantu otak menyatukan informasi dan pembelajaran dari hari sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X