PejuangKantoran.com - Cemburu bukan hal asing di dunia kerja. Rasa iri bisa muncul secara tiba-tiba ketika kesuksesan orang lain terlihat lebih gemilang atau perjalanan mereka tampak lebih mudah.
Perasaan ini sangat manusiawi, tetapi jika tidak dikelola dengan baik maka bisa merusak hubungan kerja, bahkan kesehatan mental kamu.
Mengapa kita merasa cemburu dengan pencapaian orang lain?
Di tempat kerja, segala pencapaian dan pengakuan sering terlihat lebih jelas. Ini membuat perbandingan sosial jadi semakin intens.
Menurut teori psikologi dari Leon Festinger, manusia cenderung menilai diri sendiri dengan membandingkan pencapaiannya dengan orang lain.
Jika tidak diwaspadai, hal ini bisa menimbulkan perasaan tidak puas, rendah diri, hingga menyalahkan diri sendiri.
Cemburu sering kali muncul di fase-fase krusial karier, terutama saat merasa perjalanan karier kita mandek, sementara orang lain tampak terus melaju.
Data menunjukkan bahwa rasa cemburu bahkan meningkat saat usia memasuki 40-an, saat ekspektasi terhadap pencapaian karier semakin tinggi.
Meski begitu, cemburu dengan pencapaian orang lain tak selalu berakhir dengan buruk. Ketika diarahkan dengan bijak, emosi ini bisa jadi pemicu untuk berkembang.
Mengelola cemburu jadi sumber kekuatan
Baca Juga: Terbangun Tengah Malam Ternyata Bisa Bikin Pikiran Lebih Kreatif, Mengapa Bisa Begitu?
Rasa iri mengisi sekitar 10% dari pikiran manusia setiap hari. Perasaan tidak percaya diri, kecemasan, dan rasa rendah diri seringkali menjadi penyebabnya.
Namun, kecemburuan juga bisa menjadi pendorong yang positif untuk belajar lebih banyak, meningkatkan keahlian, atau mengejar promosi.
Lalu bagaimana cara mengelola rasa cemburu menjadi kekuatan diri?
Artikel Terkait
'Pengepungan di Bukit Duri' Ekspresi Keresahan Joko Anwar akan Gagalnya Sistem Pendidikan
Si Silent Reader, yang Lebih Banyak Diam di Grup Chat, Ternyata Cenderung Punya EQ Tinggi
Masalah Umum yang Terjadi saat Aktivasi Fitur MFA dan Solusi yang Bisa Dilakukan
7 Tren Resume di 2025 yang Bisa Kamu Ikuti, Format dan Desainnya Harus Bisa Dibaca oleh ATS
82% Pekerja Mengaku Mengalami Burnout, Ternyata Penyebabnya Karena Tekanan Bekerja dan Merawat Keluarga
LPDP-JICA 2025 Buka Pendaftaran Beasiswa untuk Program Double Degree dengan Universitas di Jepang
RS Gading Pluit Hadirkan Alat Deteksi Kanker Generasi Terbaru, Lebih Akurat dan Presisi