Sayap Sayap Patah 2: Olivia Angkat Tema Terorisme dari POV Hubungan Orang Tua dan Anak Pelaku

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:00 WIB
Arya Saloka berperan sebagai Pandu dalam dalam film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia. (Instagram.com/@arya.saloka)
Arya Saloka berperan sebagai Pandu dalam dalam film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia. (Instagram.com/@arya.saloka)

PejuangKantoran.com - Sukses dengan film yang pertama, Denny Siregar Production merilis Sayap Sayap Patah 2: Olivia (SPP2) yang akan tayang di seluruh bioskop tanggal 8 Mei 2205.

Kisah SSP2 terinspirasi dari kisah nyata ledakan bom yang terjadi di sebuah gereja di Samarinda pada tahun 2016. Tragedi itu menyebabkan seorang bayi bernama Olivia meninggal. Nama inilah yang kemudian dijadikan subjudul SPP2.

“Cerita tentang terorisme itu menarik sekali! Di Sayap Sayap Patah 2, kita menampilkan sisi yang lebih manusiawi daripada si teroris.

Baca Juga: Diremehkan Itu Menyebalkan! Begini Cara Membela Diri Sendiri secara Cerdik di Tempat Kerja

"Pada dasarnya, orang kembali pada sisi manusianya. Itu sebabnya di cerita ini, Leong (Iwa K) punya anak Askar (Bio One).

"Semua poin di film ini adalah tentang hubungan antara orang tua dan anak sebenarnya. Mau itu terorisnya, atau pihak Pandu sebagai Densus 88,” terang Denny Siregar aaat pemutaran perdana Sayap Sayap Patah 2 di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (30/5/2025).

Produser kelahiran Medan, 3 Oktober 1973 ini banyak berdiskusi dengan tokoh Nahdlatul Ulama, Islah Bahrawi. Ia melihat seperti ada dunia lain dalam terorisme yang berbeda dengan dunia masyarakat biasa yang ia lihat lebih berwarna-warni.

“Kalau teroris itu, istilahnya, dunia bawah tanah, abu-abu dan gelap. Motivasi terbesar saya mengangkat film ini karena sering ngobrol sama Islah.

"Dia kan sering berhubungan dengan teman-teman di densus. Ia menjadi tenaga ahli untuk interogasi para teroris, membantu densus untuk memetakan banyak hal.

"Dari ngobrol-ngobrol ini, tercetus gimana kalau dibikin film yang akhirnya menjadi Sayap Sayap Patah yang lebih intens,” ujar pemilik rumah produksi Denny Siregar Production ini.

Jika kemudian SSP pertama sukses dan dilanjutkan dengan yang kedua, hal ini sudah direncanakan dari awal. Sejak semula IP (intellectual property) SSP ini akan dibuat dalam bentuk trilogi.

Baca Juga: Nggak Semua yang Mendesak Itu Penting, Karyawan Perlu Menentukan Skala Prioritas dalam Bekerja!

“Buat bocoran aja, Sayap Sayap Patah memang sejak awal sudah didesain untuk menjadi trilogi dengan siapapun bintangnya sebenarnya, karena akan fokus pada ceritanya!” terang Denny.

Itu sebabnya ketika Arya Saloka dipercaya sebagai Pandu yang menjadi tokoh utama dalam film, Denny mengaku tidak terlalu berpikir soal apakah jumlah penonton yang kedua ini bisa menyamai kesuksesan yang pertama.

“Jika dibilang beban karena yang pertama sukses, ya mudah-mudahan yang kedua bisa lebih sukses daripada yang pertama. Bisa membuka rezeki bagi teman-teman semua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X