Series 'Swipe Right' Angkat Dilema Pencarian Jodoh antara Taaruf dan Aplikasi Kencan

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Kamis, 24 Juli 2025 | 19:25 WIB
Series Swipe Right mengusung tema tentang fenomena perjodohan melalui taaruf dan penggunaan dating apps. (Instagram @wetvoriginal)
Series Swipe Right mengusung tema tentang fenomena perjodohan melalui taaruf dan penggunaan dating apps. (Instagram @wetvoriginal)

PejuangKantoran.com - Di kalangan Gen Z, mencari jodoh melalui aplikasi digital menjadi sesuatu yang wajar. Namun, mencari pasangan hidup dengan cara daring ini nggak selalu berjalan mulus tanpa konflik.

Tema besar inilah yang diangkat dalam series terbaru WeTV yang produksinya kolab bareng PH Scovi Films, Swipe Right. Skenario ditulis oleh Widya Arifianti yang mengangkat fenomena aplikasi kencan dan dinamika pencarian cinta anak muda.

“Sebagai bapak dari dua anak perempuan, saya selalu tertarik mengangkat cerita dengan karakter perempuan kuat baik itu di series atau film yang saya bikin.

Baca Juga: Ciri-ciri Karyawan Jenius di Dunia Kerja, yang Biasanya Berani Mencoba Hal-hal Baru

"Karakter perempuan ini yang akan men-define cerita, punya cita-cita sekaligus punya problem tapi ia akan berhasil menyelesaikan masalahnya.

"Bersama dengan Widya kita berbincang-bincang tentang ide cerita ini sehingga terjadilah Swipe Right ini,” ujar produser Surya Ardy Octaviand, saat konferensi pers Swipe Right di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat, Senin (21/7).

Series 5 episode ini mengisahkan Manda (Asha Assuncao) yang menyembunyikan pekerjaannya di perusahaan aplikasi kencan Catch & Match yang kontroversial dari keluarganya.

Di sisi lain, kedua orang tua Manda menjodohkannya secara taaruf dengan Rasyid (Ciccio Manassero), diplomat muda yang menyimpan sisi misterius.

Secara mengejutkan, Manda menemukan akun Rasyid di aplikasi kencan di mana ia bekerja. Ditemani Rangga (Fendy Chow), Manda pun menyelidiki Rasyid dan menemukan fakta bahwa calon suaminya itu kerap mencari wanita lewat aplikasi kencan.

“Ide cerita ini ditemukan secara tidak sengaja saat lagi nongkrong di sebuah kafe. Begitu kafe mau tutup, baru nemu premis series ini.

"Karena ini tentang perempuan, ya aku banyak berefleksi dengan ibuku sendiri. Aku sebagai perempuan dan teman satu geng yang isinya cewek semua, di mana setiap ada gosip atau ghibah tentang relasi pasangan, kita bersikap kayak supporter.

Baca Juga: 5 Jenis Pekerja Ini yang Paling Diuntungkan Dengan Pelacakan Keseimbangan Kerja dan Hidup

"Dari situ, lahir juga banyak nilai yang aku diskusikan dengan sutradara dan olah di skenario,” terang Widya Arifianti, yang dikenal sebagai penulis skenario film Jumbo.

Sementara itu, Angkasa Ramadhan mengaku tugasnya sebagai sutradara series ini susah-susah gampang.

Soal chemistry pemain, ia mengaku tidak sulit untuk mendapatkannya. Apalagi, di luar series Asha Assuncao dan Ciccio Manassero memang berpacaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X