PejuangKantoran.com - Memerankan tokoh antagonis, Miro, di film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian, ternyata bukan hal yang mudah bagi Marthino Lio. Padahal, kemampuan aktingnya sudah mengantar dirinya meraih tiga Piala Citra.
Bagian paling sulit yang harus ia lakukan di film ini adalah dituntut untuk fasih berbicara dalam bahasa Tetun (Timor Leste).
“Dari awal, concern gue memerankan karakter ini cuma satu! Bahasanya pakai bahasa apa nih? Bahasa Indonesia kah, atau bahasa sana kah? Karena kan kalau di sana, kita beda daerah langsung bahasanya berubah.
Baca Juga: 4 Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji di Australia, Plus Industri dengan Penghasilan Tertinggi
"Kalau kita di daerah Atambua, kita minta maaf itu pardua. Tapi, kalau misalnya kita ke Timor Timur sudah menjadi disculpa. Itu saja sudah dua kata yang berbeda.
"Jadi, sempat lumayan panik banget!” ujar Marthino Lio, saat konferensi pers pemutaran perdana Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian di Plaza Senayan XXI, Jumat (18/07/2025).
Namun, tantangan berat itu ternyata tidak mengecilkan semangat Marthino untuk terlibat di film ini. Justru, ada bagian yang sangat ia nikmati prosesnya setiap kali terlibat dalam produksi film action.
“Penggarapan koreografi action, kalau dari gue pribadi nih! Bikin scene fighting sama sekali jauh dari berantem. Malah, lebih dekat dengan berdansa. Kayak gue berdansa.
"Misalnya, gerakan memukul ke Wafda (Saifan, pemeran Serka Dedi) mengayun seperti seorang yang lagi berdansa. Setelah menemukan ritemnya kita masing-masing, sudah menyatu, itu mau di-gas sampai kapanpun (gerakan baku hantam) akan jalan terus,” ungkap aktor berdarah Maluku ini.
Bahkan setelah berakting di film ini, Lio mengaku jadi punya hobi baru yang terkait dengan tuntutan skill di film. Sebagai Miro, ia juga harus terlihat lihai berlaga dengan pisau dan senjata api.
Setelah mengikuti workshop langsung bersama anggota TNI untuk belajar persenjataan, ia menemukan passion baru di olahraga menembak. Ia sendiri awalnya tidak menyadari bahwa ia punya bakat untuk membidik dan menembak.
Baca Juga: Bahaya Banget Minum Minuman Beralkohol Setelah Olah Raga. It's a Very Big No No. Ini Alasannya!
“Justru sekarang ini, berkat film Believe, dari awalnya latihan lempar pisau jarak dekat, jarak jauh, sudah upgrade! Sekarang main pistol," ujar Lio, yang lahir di Surabaya, 26 Januari 1989.
"Selama workshop, dapat kenalan. Mereka melihat, 'Wah, ada bakat, Om!' Serius? Beneran? Sangkain hanya ucapan manis-manis doang. Tapi, pas dicoba, ternyata ada, lah!
"Jadi, dari film ini ada yang kebawa terus. Malah, sekarang ikutan tïm penembak ikut pertandingan. Baru kemarin bertanding dalam kompetisi dan dapat urutan ke-10!” ucap Marthino Lio dengan bangga.
Artikel Terkait
Emirates Group Buka 17.300 Lowongan Kerja Global, Siap Rekrut Ribuan Talenta Baru di Berbagai Bidang
Gaji di Australia 2025: Ini yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Kerja di Sana, Supaya Nggak Menyesal!
Buat yang Mau Kuliah di Kampus Dunia, tapi Tak Perlu Keluar Negeri, Ini Solusinya Buat Kamu
Suplemen Blackmores Digugat Massal, Kandungan Vitamin B6 di Produknya Disebut Berlebihan
Work Life Balance, Mitos atau Fakta? Yuk Cek Keseimbangan Hidup Kamu
Yakin Hidup dan Kerja Kamu Sudah Seimbang? Ini 6 Langkah Mudah Melacaknya
Etika Berteman di Usia Dewasa, Harus Lebih Memahami, Santai, dan Saling Mengerti