PejuangKantoran.com - Dengan semakin banyaknya film horor yang tayang setiap minggu di bioskop, rumah produksi pun dituntut semakin kreatif dalam mengolah cerita, proses produksinya, sekaligus merencanakan strategi marketing-nya.
VMS Studio, yang tahun lalu sukses dengan film horor Pemandi Jenazah, kini hadir dengan film horor yang diangkat dari kisah nyata, Maryam: Janji dan Jiwa yang Terikat.
Film garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis ini menguak romansa misterius dari dua dunia yang berbeda antara Maryam dan entitas ghaib.
Baca Juga: Film 'Maryam' Diangkat dari Kisah Nyata Perempuan yang Diteror Sosok Ghaib yang Jatuh Cinta Padanya
Dikisahkan seorang perempuan bernama Maryam (Claresta Taufan), yang dicintai oleh sosok jin terkuat. Sepanjang hidupnya selama lebih dari 26 tahun, Maryam terus diikuti oleh sosok yang kasat mata tersebut.
Sebagai Maryam, Claresta mengakui bahwa proses syuting film yang diangkat dari podcast Lentera Malam ini sangat melelahkan. Namun ia mencoba menyikapi setiap situasi yang berkaitan dengan proses penggarapan film dengan sangat hati-hati.
“Pertama kali ketemu dengan Maryam di kantor VMS, yang pertama aku tanyakan adalah, ‘Apakah nggak apa-apa kalau dibikin film?’,” ujar Claresta, saat ditemui di kantor VMS di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (04/09/2025).
"Ternyata Maryam sendiri ada di titik dia tidak tahu apakah tidak apa-apa atau akan ada kenapa-kenapanya. Yang pasti, ia ingin kisah kehidupannya ini diangkat."
Namun, Maryam sudah sepakat dengan pihak rumah produksi bahwa film dibuat agar orang lebih aware dengan kondisi Maryam yang sudah mendapat gangguan itu sejak kelas 5 SD. Ia ingin semakin banyak orang yang bisa memberi bantuan untuknya.
Usai berdialog dengan Maryam, Claresta Taufan merasa sedikit lebih tenang. Ia berharap film ini bisa membuat Maryam mendapat jawaban atas pengalamannya tersebut, dan mengetahui penyebabnya. Selain itu, bagaimana agar dia bisa lepas dari gangguan jin itu.
“Hingga terakhir kita ketemu, gangguan itu masih saja terjadi padanya, kecil atau besar!” serunya.
Dari cerita-cerita Maryam, aktris yang dulunya atlet nasional karate ini jadi sangat bersimpati pada kehidupan perempuan tersebut. Walau hanya berakting dan dalam periode tertentu saja, Claresta mengaku prosesnya sangat melelahkan.
Kalau ia jadi Maryam, Claresta merasa tidak akan mampu menjalaninya. Itu sebabnya ia memuji Maryam sebagai sosok perempuan yang kuat, tabah, ikhlas, dan tidak mengiba atas kehidupannya sendiri.
“Hidup Clares, ya untuk Clares sendiri. Terserah Clares mengambil pilihan hidup apa. Sementara Maryam, hidup sebagai manusia yang tidak bisa mengambil keputusan hidup sendiri.
Artikel Terkait
6 Penyebab Kamu Susah Move On setelah Liburan, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Jujur saat Wawancara Kerja Harus, tapi 3 Jawaban Ini Justru Bisa Bikin Kamu Gagal. Kok Bisa?
Wajib Diketahui Dua Jenis Matcha Ini Serta Ciri dan Kegunaan Masing-Masing!
Lakukan 3 Hal Penting Ini Agar Kamu Tetap Bisa Bertanya Kritis Tanpa Nyinyir
5 Jenis Olah Raga yang Efektif Mencegah dan Membantu Mengurangi Kecemasan Kamu!
Jadi Pengacara Nadiem Makarim, Berapa Tarif Hotman Paris yang Harus Dibayar Mantan Mendikbud Itu?
Waspada Modus Baru Penipuan Pakai Fitur Find My iPhone, Begini Cara agar Tidak Jadi Korban