Pejuangkantoran.com – Popularitas matcha memang sedang naik dalam beberapa tahun belakangan ini. Kepopuleran ini tak lepas dari peran media sosial dan manfaat untuk kesehatan yang sangat luas.
Menurut web site globaledge.msu.edu, pasar global untuk matcha diperkirakan tumbuh pada tingkat tahunan gabungan sebesar 9,44% antara tahun 2022 dan 2027. Dan ini mencapai pendapatan yang diharapkan sebesar $5,5 miliar pada tahun 2027.
Jepang adalah eksportir matcha terkemuka, dengan Cina, Sri Lanka, India, dan AS sebagai importir terbesar.
Meskipun Jepang menjadi eksportir matcha terkemuka saat ini dan sudah dikenal sebagai negeri asal matcha, namun asal-usul matcha sebenarnya justru bukan dari Jepang.
Matcha Bukan dari Jepang
Asal usul matcha dapat ditelusuri kembali ke Tiongkok (China) pada masa Dinasti Tang pada kurun tahun 618-907 M. Saat itu di Tiongkok kuno, matcha terutama digunakan dalam upacara keagamaan.
Pada Dinasti Song (960-1279), cara membuat teh bubuk (mengambil dan mengocok bubuk teh ke dalam air panas) menjadi populer sebagai bagian dari ritual oleh kaum Buddhis Zen (Chan)
Matcha baru masuk Jepang justru pada abad ke-20, tepat tahun 1191. Pada tahun itu, seorang biksu Jepang bernama Eisai membawa biji teh dan budaya membuat teh bubuk dari Tiongkok ke Jepang.
Teh bubuk ini kemudian digunakan dalam ritual keagamaan (Zen) dan dalam praktik budaya teh dalam biara‐biara di Jepang.
Selama periode Kamakura (tahun 1185-1333), biji teh yang diperkenalkan oleh Eisai ditanam di beberapa tempat seperti Togano'o, Kyoto. Ini awalnya yang membuat Kyoto kemudian dikenal sebagai salah satu daerah penghasil teh terbaik di Jepang.
Matcha Berkembang Pesat di Jepang
Meskipun Tiongkok adalah tempat asalnya, matcha justru berkembang pesat dan menjadi bagian penting budaya di Jepang. Saat ini, Jepang adalah penghasil matcha utama, dengan sejarah panjang teknik budidaya dan pengolahan yang telah diwariskan turun-temurun.
Uji (Kyoto) menjadi pusat produksi teh unggulan, termasuk matcha, lama setelah itu. Teknik‐teknik budidaya (termasuk peneduhan/penghalangan cahaya) dikembangkan di Uji untuk menghasilkan daun teh dengan cita rasa dan warna yang lebih baik.
Artikel Terkait
Teh Matcha, Menu Kekinian di Kedai Kopi, Ternyata Bisa Membantu Melawan Depresi
5 Aturan Tak Tertulis saat Bekerja di Kafe yang Harus Kamu Patuhi, Jangan Jadi Pengunjung yang Menyebalkan!
6 Buah dengan Antioksidan Lebih Tinggi dari Teh Hijau, Bikin Tubuh Lebih Sehat
Mana Lebih Baik Minum Kopi atau Teh di Pagi Hari? Ini Saran dari Ahli Diet!
Manfaat Minum Teh Setiap Hari, Tak Hanya Menenangkan tapi Baik untuk Kesehatan
Aman Nggak Sih, Minum 2-3 Cangkir Kopi Sehari? Jawabannya Ternyata Tidak Sesederhana Itu
Wajib Diketahui Dua Jenis Matcha Ini Serta Ciri dan Kegunaan Masing-Masing!