PejuangKantoran.com - Fenomena solo travel atau perjalanan seorang diri kini semakin populer di Indonesia.
Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Scoot, maskapai bertarif rendah anak perusahaan Singapore Airlines (SIA), bekerja sama dengan YouGov, menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia memilih bepergian tanpa teman atau keluarga.
Dari lebih dari 1.000 responden di Indonesia, sebanyak 68% menyatakan telah melakukan solo travel dalam satu tahun terakhir, dan 92% berencana melakukannya lagi dalam 12 bulan ke depan.
Angka ini menandakan pergeseran besar dalam cara masyarakat Indonesia memandang perjalanan, dari sekadar rekreasi menjadi sarana refleksi dan pengembangan diri.
Baca Juga: Christine Hakim Ngaku Kewalahan Disutradarai Reza Rahadian di Film Pangku: 'Napas Aja Diatur!'
Kebebasan dan Pemulihan Diri Jadi Motivasi Utama
Bagi para pelaku solo travel di Indonesia, kebebasan dan fleksibilitas menjadi alasan terbesar di balik keputusan mereka untuk bepergian sendiri. Sebanyak 49% responden menyebutkan ingin bebas mengatur rencana perjalanan, sementara 46% menjadikan solo travel sebagai kesempatan untuk beristirahat dan fokus pada diri sendiri.
Selain itu, 43% responden merasa senang karena dapat menjelajah tempat baru dengan ritme mereka sendiri tanpa perlu kompromi. Tren ini erat kaitannya dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan pribadi di tengah rutinitas yang padat.
“Solo travel kini bukan hanya soal bepergian sendirian, tetapi juga tentang menemukan kembali diri sendiri dan menata ulang prioritas hidup,” ujar Agatha Yap, Director of Marketing, Communications & Loyalty Scoot. “Dengan jaringan penerbangan yang luas, Scoot ingin membuka akses ke lebih banyak destinasi menarik dan mendukung semangat eksplorasi ini.”
Baca Juga: Jangan Terlalu Fokus Mengejar “Pekerjaan Impian” karena Prioritas yang Kamu Cari Bisa Terus Berubah
Perencanaan Matang Jadi Ciri Khas Wisatawan Solo
Menariknya, para pelancong solo dari Indonesia dikenal sangat terencana. Sebanyak 96% responden melakukan riset dan persiapan sebelum berangkat. Fokus utama mereka mencakup pengelolaan anggaran (52%), pemilihan akomodasi (51%), dan faktor keamanan (50%).
Banyak yang mengandalkan agen perjalanan daring (online travel agency/OTA) untuk mengatur tiket, tempat menginap, dan transportasi. Sementara itu, untuk mencari rekomendasi kuliner dan aktivitas, media sosial menjadi sumber inspirasi utama.
Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Australia Jadi Favorit
Meski destinasi dalam negeri tetap diminati, empat negara — Jepang (42%), Singapura (26%), Korea Selatan (21%), dan Australia (21%) — muncul sebagai tujuan solo travel internasional paling populer.
Alasannya beragam: mulai dari kekayaan budaya, keindahan alam, hingga kemudahan akses dan keamanan bagi wisatawan individu.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Sehat yang Bisa Membuat Perempuan di Atas 50 Tahun Tetap Bugar dan Panjang Umur
Jenis perjalanan yang paling digemari meliputi:
Artikel Terkait
Mau Ketemu Legenda Olahraga dari berbagai Cabor, Yuk Kumpul di Vidio Sports Festival!
Darius Sinathrya Merasa Dicurangi Titi Kamal saat Dipertemukan Kembali di Film Getih Ireng
5 Hal dari Smartwatch yang Harus Kamu Rawat Secara Rutin Agar Performanya Bisa Diandalkan!
Dua Hari yang Menegangkan: Erick Thohir Pilih Diam, Jay Idzes dan Verdonk Angkat Suara Bela PSSI
Kamu Tipe Habis Makan Langsung Cuci Piring atau Tumpuk Dulu? Ternyata Itu Menggambarkan Kepribadian Kamu
'Agak Laen' Raih 9 Juta Penonton, Ernest Prakasa Terbebani Ekspektasi Penonton saat Garap Film Keduanya
Minyak Angin dan Koyo Jadi Andalan Steffi Zamora saat Syuting 'Pengin Hijrah' di Uzbekistan
Christine Hakim Ngaku Kewalahan Disutradarai Reza Rahadian di Film Pangku: 'Napas Aja Diatur!'
Jadi iPhone Pertama Berkapasitas 2TB, Apa Keistimewaan iPhone 17 Pro Max Seharga Rp43 Juta Itu?
Hati-hati, Stempel Suvenir di Paspor Bisa Bikin Kamu Gagal Terbang karena Paspor Dianggap Tidak Sah