PejuangKantoran.com - Sudah sejak lama, tepatnya dari tahun 2013, sutradara Kimo Stamboel ingin menggarap film tentang zombi. Namun, ide baru bisa terealisasi sekarang melalui film Abadi Nan Jaya, yang tayang global di Netflix mulai 23 Oktober 2025.
“Saya punya idenya dari tahun 2013. Kenapa baru sekarang terealisasi, nggak tahu ya. Mungkin baru berjodoh sama proyeknya, ya sekarang.
"Bersama dengan Netflix, kontrol kreatif sifatnya lebih ke kolaboratif. Selalu apa yang ada ide dari mereka, atau ada ide dari kita, kita ketemu diskusikan dan kita sama-sama senang!” ujar Kimo Stamboel, saat konferensi pers Abadi Nan Jaya di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga: Christine Hakim Ngaku Kewalahan Disutradarai Reza Rahadian di Film Pangku: 'Napas Aja Diatur!'
Sejak awal, Kimo ingin menggarap film tentang zombi yang kental dengan ke-Indonesia-annya. Dan, ia merasa skenario Abadi Nan Jaya yang ditulis sendiri bersama Agasyah Karim dan Khalid Kashogi ini lebih kena dengan tujuan awal.
“Ceritanya sangat kental dengan Indonesia. Kalau dilihat, dari awal ada sunatan dan penyebabnya kita coba dari jamu!” ungkap sutradara yang sebelumnya sukses menggarap film-film box office seperti KKN di Desa Penari 2: Badarawuhi ini.
Jamu dipilih sebagai penyebab teror dalam film karena minuman ini sangat familiar dengan masyarakat Indonesia, dan dipercaya memiliki berbagai macam khasiat.
Dalam film, ramuan jamu bernama Abadi Nan Jaya itu dibuat oleh Sadimin (Donny Damara), pemilik pabrik jamu Wani Waras, dari tanaman kantong semar. Ia ingin membuat jamu yang berkhasiat membuat orang awet muda.
Awalnya, penampilan Sadimin berubah menjadi muda ketika mencoba jamu tersebut. Namun ketika mengalami emosi, dirinya berubah menjadi zombi.
Hal ini yang kemudian menciptakan wabah zombi. Siapapun yang digigit atau tercemar oleh semburan darah zombi akan tertular menjadi mahluk pengisap darah itu.
Baca Juga: Minyak Angin dan Koyo Jadi Andalan Steffi Zamora saat Syuting 'Pengin Hijrah' di Uzbekistan
“Saya peminum jamu banget. Tapi, jamu kan memang common. Orang Indonesia pasti pernah minum jamu. Di film ini, jamunya sangat spesial!
"Jamu berasal dari tanaman kantong semar yang mengeluarkan reaksi yang agak beda bagi orang yang terkena. Perilakunya juga agak beda. Jika ada hujan, dia berhenti. Jadi ini perbedaannya dengan zombi yang lain!” ujar Kimo.
Sebagai penggemar film tentang zombi, Kimo mengaku punya banyak referensi. Sutradara kelahiran Bandung, 25 Juni 1980, ini menonton banyak film zombi dari berbagai negara mulai dari versi AS, Jepang, hingga Korea.
Artikel Terkait
Hati-hati, Stempel Suvenir di Paspor Bisa Bikin Kamu Gagal Terbang karena Paspor Dianggap Tidak Sah
6 Jenis Makanan yang Harus Dibuang Setelah Tanggal Kedaluwarsa
Tren Solo Travel di Indonesia Meningkat, Generasi Muda Cari Makna dan Kebebasan dalam Perjalanan
7 Tren Menarik dari Wisatawan Solo Travel Indonesia: Dari Rencana Matang hingga Destinasi Favorit
June Lockhart, Aktris Legendaris “Lassie” dan “Lost in Space”, Wafat pada Usia 100 Tahun
Ratu Sirikit: Sosok Anggun Thailand yang Jadi Ikon Gaya dan Pengabdi Bangsa
Buat yang Suka Consumer Engagement, Grab Indonesia Buka Lowongan Loyalty Marketing Associate