PejuangKantoran.com - Ketika menyimpan bahan makanan, kita sering terjebak dengan pertanyaan: “Apakah masih aman jika dikonsumsi setelah tanggal kedaluwarsa?”
Menurut para pakar kesehatan dan makanan, tidak semua makanan bisa “aman” jika dilewati tanggal tersebut beberapa bahkan menjadi risiko tinggi untuk keracunan makanan. Berikut daftar makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi setelah tanggal kedaluwarsa karena bahaya kesehatan.
Ahli menjelaskan bahwa tanggal “use-by” atau “use‐before” umumnya menunjukkan batas aman untuk kualitas dan keamanan makanan. Setelah melewati tanggal tersebut, kualitas makanan menurun dan peluang berkembangnya bakteri atau racun meningkat.
Penting juga memahami bahwa “sell-by” atau “best-before” bukan selalu menunjukkan bahaya kesehatan melainkan kualitas makanan. Namun untuk makanan yang cepat rusak seperti daging, ikan, atau salad, tanggal tersebut memang harus diperhatikan ketat.
Baca Juga: Enggan Terbebani Gaya Sutradara Lain, Reza Rahadian Pilih Insting saat Menggarap 'Pangku'
1. Daging Mentah (Ayam, Sapi, Babi)
Daging mentah merupakan salah satu bahan yang sangat rentan terhadap pertumbuhan bakteri seperti Salmonella dan E. coli. Setelah tanggal kedaluwarsa, risiko bakteri patogen meningkat secara drastis. Ahli menyarankan agar daging mentah tidak dikonsumsi jika telah melewati batas aman.
2. Ikan Mentah dan Produk Laut
Sama seperti daging mentah, ikan atau makanan laut yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa juga sangat berisiko. Tekstur yang berlendir atau bau seperti bahan pembersih adalah tanda bahwa ikan telah membusuk. Sebaiknya, ikan segar dikonsumsi segera setelah dibeli, atau dibekukan.
3. Deli Meat dan Cold Cuts
Daging olahan siap saji seperti ham, salami, atau irisan daging deli rentan terhadap bakteri Listeria, yang bisa tumbuh bahkan dalam suhu dingin. Bila sudah lewat tanggal, lebih baik langsung dibuang daripada mempertaruhkan kesehatan.
4. Salad Kemasan Siap Santap
Salad siap makan dalam kemasan menjadi populer karena praktis. Namun, saat melewati tanggal kedaluwarsa, kandungan germ-nya bisa meningkat, sehingga risiko keracunan makanan makin tinggi.
5. Keju Tak Dipasteurisasi
Keju jenis soft yang tidak dipasteurisasi (misalnya brie, feta) memiliki risiko kontaminasi bakteri seperti Listeria. Setelah tanggal kedaluwarsa, risiko tersebut meningkat — khususnya pada keju yang disimpan pada suhu yang tidak ideal.
6. Jamur (Mushroom)
Jamur yang mulai berubah warna, terasa berlendir atau berubah tekstur memiliki potensi mengandung racun atau bakteri patogen. Jamur semacam ini sangat berisiko dikonsumsi setelah batas aman.
Artikel Terkait
Bangun Pagi Lebih Segar, Ini Suara Alarm Terbaik Menurut Ahli
Coffee Rave, Tren Baru Party yang Sehat Tanpa Harus Ada Alkohol dan Hangover Esok Harinya
Konsumsi 9 Makanan dan Minuman Terlarang Ini Bikin Kamu Susah Tidur Malam
Sober Lifestyle, Gaya Hidup Sehat yang Disukai Gen Z. Apa dan Bagaimana Cara Menjalaninya?
7 Jenis Roti Paling Sehat yang Direkomendasikan Ahli Gizi, Cocok Buat Sarapan dan Diet
Waspada Bagi Content Creator, Berisiko Tinggi Terkena Carpal Tunnel Syndrome Sehingga Produktivitas Turun!
Atasi Jet Lag dengan Cara Profesional, Ini 5 Tips Sederhana yang Benar-Benar Ampuh!
Content Creator Wajib Melakukan Senam Tangan Ini Agar Terhindar dari Cedera Seperti Carpal Tunnel Syndrome!
Panduan 5 Langkah Menjaga Body Mass Index Kamu Ideal Supaya Terhindar Dari Penyakit Kronis
6 Kebiasaan Sehat yang Bisa Membuat Perempuan di Atas 50 Tahun Tetap Bugar dan Panjang Umur