PejuangKantoran.com - Thailand berduka atas berpulangnya Ratu Sirikit, Ratu Ibu dari Raja Maha Vajiralongkorn, pada usia 93 tahun.
Sosok yang selama hidupnya dikenal dengan keanggunan dan dedikasi besar terhadap budaya bangsanya ini meninggalkan jejak mendalam bagi rakyat Thailand dan dunia internasional.
Lahir pada 12 Agustus 1932 dalam keluarga bangsawan Kitiyakara, Sirikit tumbuh di lingkungan yang menjunjung tinggi pendidikan dan budaya.
Pertemuannya dengan Raja Bhumibol Adulyadej saat keduanya berada di Swiss menjadi awal kisah cinta kerajaan yang legendaris.
Baca Juga: Jadi iPhone Pertama Berkapasitas 2TB, Apa Keistimewaan iPhone 17 Pro Max Seharga Rp43 Juta Itu?
Mereka menikah pada tahun 1950, hanya beberapa hari sebelum penobatan Raja Bhumibol sebagai Rama IX dari Dinasti Chakri.
Sebagai ratu pendamping, Sirikit bukan hanya menjadi simbol keanggunan kerajaan, tetapi juga sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.
Ia memprakarsai banyak program pengembangan masyarakat, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan memajukan industri kerajinan tradisional Thailand.
Melalui Foundation for the Promotion of Supplementary Occupations and Related Techniques (SUPPORT), Sirikit memperkenalkan hasil karya para pengrajin lokal ke dunia, membangkitkan kembali minat terhadap kain dan sutra khas Thailand.
Namun, yang membuat Sirikit begitu dikenal di mata dunia bukan hanya perannya di balik tahta, melainkan gaya berbusananya yang elegan dan berkelas. Ia sering tampil dalam balutan busana tradisional Thailand yang dipadukan dengan desain modern sebuah perpaduan yang kemudian mengangkat citra Thailand sebagai negara yang kaya budaya namun tetap relevan di panggung internasional.
Baca Juga: Jangan Terlalu Fokus Mengejar “Pekerjaan Impian” karena Prioritas yang Kamu Cari Bisa Terus Berubah
Majalah mode dunia kerap menempatkannya di jajaran ikon gaya Asia sejati, sejajar dengan tokoh-tokoh fashion global pada masanya.
Tak hanya cantik dan berwawasan, Sirikit juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kerajaan. Ketika Raja Bhumibol menjalani masa singkat sebagai biksu pada tahun 1956, Sirikit dipercaya menjadi wali raja, sebuah tanggung jawab besar yang dijalankannya dengan penuh kehormatan.
Di mata rakyat Thailand, Sirikit tak hanya seorang ratu, tetapi juga sosok ibu bangsa. Ulang tahunnya yang jatuh pada 12 Agustus kini diperingati sebagai Hari Ibu Nasional, simbol kecintaan rakyat terhadap dirinya.
Artikel Terkait
Tokoh Sarah di 'Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?' Jadi Peran yang Selama Ini Dicari Revalina S. Temat
Siapa Sangka, Bos TikTok Shou Zi Chew Ternyata Pernah Jadi Anak Magang di Facebook
Rangga dan Cinta Jadi Hadiah Kelulusan Kuliah dan Pemenuhan Janji El Putra Sarira pada Orang Tua
Siapa Dony Oskaria, Plt Menteri BUMN Pengganti Erick Thohir? Ini Rekam Jejak dan Kekayaannya!
Siapa Anggito Abimanyu yang Sekarang Jadi Ketua Dewan Komisioner LPS? Ini Sosoknya
Bukan Cuma karena Main sama Pasangan Sendiri yang Bikin Angga dan Shenina Mau Tampil di Dopamin
Mengenal Cheesemonger Francois Robin, Si Sommelier Keju yang Menjelajahi Dunia lewat Rasa
Bukan Sekadar FOMO, Ini Alasan Mantan Pebulutangkis Liliyana Natsir Ikut Terpadel-padel
Yang Bikin Pebulutangkis Liliyana Tak Pernah Puas dan Punya Keinginan Kuat untuk Jadi Juara
Enggan Terbebani Gaya Sutradara Lain, Reza Rahadian Pilih Insting saat Menggarap 'Pangku'