PejuangKantoran.com - Dua-duanya punya arti yang sama, yaitu: menerjemah. Tetapi, ternyata ada beda antara translator dan interpreter atau translation dan interpretation.
Translation berfokus pada penerjemahan teks. Aktivitas ini membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi dan membutuhkan waktu untuk menghasilkannya.
Sedangkan interpretation atau penafsiran berkaitan dengan menerjemahkan kata-kata secara lisan dan yang disampaikan secara langsung. Tugas ini memprioritaskan pemahaman dan komunikasi ketimbang kesempurnaan.
Baca Juga: Pelan-pelan, Karyawan Muda Akhirnya Mau Balik ke Kantor demi Masa Depan Karier Mereka Sendiri
Jadi, perbedaan mendasar antara penerjemah teks dan penerjemah lisan (juru bahasa) adalah media yang digunakan. Jika penerjemah lisan menerjemahkan bahasa secara verbal, penerjemah mengalihbahasakan kata-kata yang tertulis.
Untuk menjadi translator dan interpreter dibutuhkan keahlian yang sedikit berbeda. Masing-masing membutuhkan pemahaman budaya dan linguistik yang mendalam, pengetahuan tentang subjek di tingkat mahir, dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas.
Istilah translation dan interpretation selama ini sering digunakan bergantian, karena banyak orang yang belum menyadari perbedaannya. Karena itu, pahami perbedaan antara bidang linguistik yang terkait erat itu agar kamu bisa menentukan layanan yang kamu tawarkan.
Beda translator dan interpreter
Berikut adalah perbedaan utama antara menerjemah dan menafsirkan:
Interpretation
Baca Juga: Nggak Ada Cuti Bersama Jelang Tahun Baru, ASN Diimbau untuk WFA pada 29-31 Desember 2025
Penafsiran atau penerjemahan lisan terjadi secara real-time. Layanan ini disampaikan secara langsung, baik bersamaan (simultan) atau segera setelah (konsekutif) pidato asli. Interpreter tidak menggunakan bantuan dari naskah, kamus, atau materi referensi lainnya.
Contoh interpreter adalah Pastor Markus Solo Kewuta SVD, yang menjadi penerjemah Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Indonesia tahun 2024. Meskipun Pastor Markus tidak berprofesi sebagai penerjemah, namun ia bertindak sebagai penerjemah lisan untuk Paus.
Tugas juru bahasa adalah memindahkan bahasa sumber (bahasa yang akan diterjemahkan) sesuai konteksnya, dengan tetap mempertahankan makna aslinya.
Pada saat yang sama ia juga harus merumuskan ulang idiom, ungkapan sehari-hari, dan referensi budaya spesifik lainnya dengan cara yang dapat dipahami oleh audiens.
Artikel Terkait
Estimasi UMP 2026 di Wilayah Jabodetabek Menurut ChatGPT dan Perplexity
Kalau Ada Lowongan Kerja Freelance Documentation (Photo dan Video) di Liberty Society, Mau Nggak?
Batal Pensiun, Ayustina Delia Priatna Buktikan Masih Terdepan di Lintasan Balap Sepeda SEA Games 2025
Ogah Dikira KKN, Wulan Guritno Tolak Pilih Shaloom Razade Jadi Peran Utama 'Malam 3 Yasinan'
Justin Barki Sumbangkan Bonus Emas SEA Games 2025 untuk Korban Banjir Bandang Sumut
SIM Kedaluwarsa Masih Bisa Diperpanjang, Ini Syarat dan Biayanya
Urutan Upah Minimum Per Jam di 100 Negara dari Tertinggi-Terendah. Indonesia Ada di Urutan Berapa?