Pelan-pelan, Karyawan Muda Akhirnya Mau Balik ke Kantor demi Masa Depan Karier Mereka Sendiri

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 19 Desember 2025 | 16:17 WIB
Ilustrasi: Karyawan muda sekarang memilih kembali ke kantor dengan penuh kesadaran. (Freepik/Mary Markevich)
Ilustrasi: Karyawan muda sekarang memilih kembali ke kantor dengan penuh kesadaran. (Freepik/Mary Markevich)

PejuangKantoran.com - Di saat kita sudah kembali bekerja di kantor sepenuhnya, atau setidaknya menggunakan sistem hybrid dengan suka rela, para pekerja di Amerika masih saja mempersoalkan lokasi kerja.

Mereka ingin tetap bekerja dari rumah, yang membuat perusahaan-perusahaan teknologi harus memaksa mereka kembali ke kantor dengan berbagai ancaman.

Namun sekarang ini karyawan usia 20-an dan 30-an di Amerika mulai sadar kalau kerja jarak jauh (remote working) itu banyak ruginya.

Baca Juga: SpongeBob SquarePants Diabadikan dengan Cetakan Tangan dan Kaki di Hollywood Jelang Rilis Film

Ternyata, kalau ngotot bekerja dari rumah, mereka nggak bisa mengikuti pelatihan atau bimbingan (mentoring). Bahkan peluang naik jabatan juga jauh lebih rendah.

Akhirnya, banyak dari mereka yang mulai kembali ke kantor demi menyelamatkan masa depan mereka sendiri. Berdasarkan studi dari Bamboo HR, sebanyak 42% karyawan kembali ke kantor dalam setahun terakhir, meski cuma biar "kelihatan hadir" oleh atasan.

Sisi yang lebih menguntungkan, 58% pekerja yang kembali ke kantor jadi punya jaringan profesional yang lebih kuat, sementara 81% lainnya merasa kesempatan berjejaring dengan pimpinan itu berharga banget.

FOMO jadi alasan kuat

Bagi karyawan muda, prinsip "seeing is believing" sekarang jadi relevan.

"Berdasarkan pengalaman saya, pergeseran dari kerja jarak jauh di kalangan karyawan muda itu sangat nyata dan cukup kuat," ungkap Ben Lamarche, General Manager di perusahaan rekrutmen Lock Search Group.

Baca Juga: Nggak Ada Cuti Bersama Jelang Tahun Baru, ASN Diimbau untuk WFA pada 29-31 Desember 2025

Ia bilang, dalam dua tahun terakhir, banyak kandidat dari Generasi Milenial dan Gen Z yang menolak posisi yang sepenuhnya jarak jauh.

"Bekerja dari rumah membuat hampir semua pekerjaan jadi terasa rutin dan terputus. Anda tidak merasa menjadi bagian dari apa pun, dan jarang melihat bagaimana upaya Anda bisa berkontribusi pada gambaran besar perusahaan," tambahnya.

FOMO juga jadi alasan kuat mengapa mereka mau balik ke kantor. Kalau nggak hadir di kantor, mereka takut kehilangan peluang naik jabatan.

"Kalau anak muda punya bos yang masih menganggap kerja bareng secara langsung itu wajib, mereka bakal merasa cemas. Mereka takut kalau nggak kelihatan di kantor, mereka jadi ketinggalan info atau sulit dapat kesempatan naik jabatan," ujar Rachel Shaw, pendiri Rachel Shaw, Inc.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: QZ

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X