Harus Merayu Adinia Wirasti di Film Sadali, Ajil Ditto: 'Duh, Ini Bukan Gue Banget!'

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 15:11 WIB
Film Sadali yang dibintangi Ajil Ditto dan Adinia Wirasti resmi tayang di bioskop pada Kamis, 5 Februari 2026. (Cinema21)
Film Sadali yang dibintangi Ajil Ditto dan Adinia Wirasti resmi tayang di bioskop pada Kamis, 5 Februari 2026. (Cinema21)

PejuangKantoran.com - Film Sadali merupakan sekuel dari film Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu yang dirilis tahun 2024. Masih disutradarai oleh Kuntz Agus, cerita mengambil latar belakang tiga tahun setelah hubungan Sadali (Ajil Ditto) dan Mera (Adinia Wirasti) kandas.

Sadali, yang kini dikenal sebagai seorang pelukis sukses, sulit move on ketika mengetahui Mera menghilang dan dikabarkan akan segera menikah.

Keadaan semakin rumit ketika ia mengetahui mantan tunangannya, Arnaza (Hanggini) kembali menemuinya. Sedangkan Mera ternyata tidak akan menikah. Hati Sadali pun terjebak antara masa lalu dan masa depan.

Baca Juga: Pentingnya Green Jobs Saat Ini Dan Masa Depan Serta Daftar Program Studi yang Bisa Masuk ke Pekerjaan Ini

Yang menarik dari film ini adalah ceritanya berasal dari buku kumpulan puisi karya Pidi Baiq. Bukan hal yang mudah untuk mengalihwahanakan buku kumpulan puisi ke dalam satu skenario utuh.

Adalah penulis skenario Titien Wattimena yang memutar otak untuk menciptakan alur cerita dan memasukkan puisi-puisi Pidi Baiq ke dalam dialog-dialog Sadali.

“Film ini sudah disiapkan kurang lebih dari satu tahun yang lalu. Di saat banyak film horor disuguhkan ke penonton, sutradara dan penulis skenario mengasah kembali cerita ini.

"Mereka mengubah dengan begitu hebat sehingga film berhasil memberikan dialog-dialog yang saya yakin akan melekat di hati penonton!” puji produser Raam Punjabi, saat di konferensi pers Sadali di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Sesuai penjelasan produser, kekuatan film ini memang pada dialog-dialog puitis yang diucapkan Sadali. Ajil Ditto yang dipercaya memerankan Sadali mengaku tidak mudah untuk berakting natural dengan dialog-dialog yang begitu puitis.

Dalam kehidupan sehari-hari, Ajil merasa bukan orang yang puitis.

Baca Juga: Rencananya Pemerintah Terapkan WFA di Hari Libur Lebaran 2026

“Di film yang kedua ini, Sadali dengan kata-kata mautnya lebih maut lagi. Dialognya yang paling diingat adalah sesuai judul.

"'Hidup terlalu banyak kamu dan itu adalah kenyataan yang harus aku terima dari mencintaimu'. Wah, puitis banget!” ucap aktor kelahiran Medan, 8 November 2001 ini.

Namun, terlepas dari tantangan mengucapkan dialog-dialog puitis, tantangan terberat buat Ajil justru ketika harus melakukan adegan-adegan merayu Mera. Merayu wanita sama sekali bukan dirinya.

“Jujur, menurut gue masih lebih susah belajar merayu. Apalagi, jika harus merayu seseorang seperti Kak Asti. Jujur, grogi banget.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X