Main Jadi Suami KDRT di Film 'Suamiku, Lukaku', Baim Wong Sempat Bikin Acha Septriasa Shock

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Senin, 13 April 2026 | 15:06 WIB
Mengapa Baim Wong menerima peran sebagai suami pelaku KDRT di film Suamiku, Lukaku? (Instagram @baimwong)
Mengapa Baim Wong menerima peran sebagai suami pelaku KDRT di film Suamiku, Lukaku? (Instagram @baimwong)

PejuangKantoran.com - Meski lebih banyak bekerja sebagai sutradara belakangan ini, Baim Wong belum pensiun sebagai pemain. Buktinya, ia muncul sebagai suami pelaku KDRT di film Suamiku, Lukaku, dengan lawan main Acha Septriasa sebagai istrinya.

Ketika pertama kali ditawari peran tersebut oleh sutradara Sharad Sharan dan Viva Westi, Baim sebenarnya ragu. Apalagi, pada saat itu, dia tengah diterpa berbagai isu KDRT yang menyebabkannya bercerai dari Paula Verhoeven.

Namun, Baim tidak bisa menolak karena kegigihan kedua sutradara tersebut merekrut aktor berusia 44 tahun itu. Sharad dan Viva bahkan rela menyambangi kantor Baim malam-malam untuk membujuknya.

Baca Juga: Sering Disebut Baik untuk Kesehatan Jantung, Betulkah Jalan Kaki Bisa Membangun Otot?

“Jujur saja, sejak setahun yang lalu Pak Sharad sudah mengajukan nama Baim karena dia memang yang paling cocok. Tapi pada saat itu, Baim gosipnya sedang luar biasa.

"Jadi, malam-malam saya berdua pergi ke kantor Baim untuk mendiskusikannya. Baim menjelaskan semua isu itu tidak betul dan ia mau main gitu.

"Jadi, akhirnya kami memilih Baim!” Ujar Viva Westi, saat peluncuran trailer Suamiku, Lukaku di Epicentrum XXI, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Satu hal yang membuat Baim merasa aman berakting sebagai pelaku KDRT di film ini adalah karena lawan mainnya, Acha Septriasa, sudah sangat ia kenal dengan baik. Alhasil, diskusi untuk pelaksanaan pengadeganan kekerasan bisa lebih terbuka dan nyaman.

Bahkan, saat syuting di mana Baim melakukan adegan kekerasan, keakrabannya dengan Acha bisa meredam ketegangan.

“Setiap kali mau menampar Acha, saya bilang ke Acha ini beneran ya, karena kita tahu kosongnya tamparan sama rasa pemain ketika ditampar benar itu beda. Ada rasa marah yang nyata, marah yang natural dan saya mau itu. Setiap Acha tampar saya, itu beneran.

Baca Juga: Cara Tangguh Warga Singapura Mengubah Gaya Hidup untuk Menghemat BBM, Kita Bisa Menirunya!

"Tapi kalau saya ke dia, ada beberapa yang tidak saya kasih tahu ke lawan ketika saya mau melakukan. Salah satu yang bikin Acha kaget ketika saya beginikan dia (sambil memperagakan memegang lehernya dan kemudian mendorong wajah ke belakang)

"Ketika 'Cut!", dia bilang 'tidak ada laki-laki yang paling kurang ajar, yang dorong muka gue!'. Tapi di situ ketika ketangkap kamera, reaksinya natural! Karena kekagetan itu adalah tontonan (menarik) buat penonton. Kalau sudah diatur, tidak akan kaget!” terang Baim.

Selain sudah akrab dengan lawan main, hal yang dirasa sangat membantu Baim adalah kehadiran Putri Ayudya sebagai koordinator intimacy. Kehadiran Putri membuat ia merasa seperti dijaga dalam melakukan adegan-adegan yang sensitif.

Baim menilai Putri punya peran mengatur agar syuting tidak semrawut ketika mulai take dan bisa berjalan lebih terukur. Padahal, semula Baim tidak mengerti soal adanya batasan-batasan. Batasan seperti apa yang dimaksud Putri?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X