PejuangKantoran.com - Saat sedang flu, demam, batuk, atau gangguan pencernaan, banyak orang tiba-tiba kehilangan selera makan. Bahkan makanan favorit pun bisa terasa tidak menarik. Rupanya, kondisi ini bukan sekadar efek samping sakit biasa, melainkan bagian dari mekanisme biologis tubuh saat melawan infeksi.
Para ahli menjelaskan bahwa ketika tubuh terserang virus atau bakteri, sistem imun akan masuk ke mode “battle mode” atau mode bertahan. Energi tubuh kemudian dialihkan untuk melawan penyakit, bukan untuk mencerna makanan seperti biasanya.
Saat sakit, tubuh memproduksi zat kimia bernama sitokin atau cytokines, yaitu molekul yang membantu sistem imun melawan infeksi. Namun, zat ini juga memengaruhi otak, khususnya bagian yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, keinginan untuk makan otomatis menurun.
Penelitian terbaru bahkan menemukan adanya komunikasi langsung antara usus dan otak yang membuat tubuh “mematikan” nafsu makan selama infeksi berlangsung. Sistem ini membantu tubuh menghemat energi agar fokus pada proses penyembuhan.
Selain itu, hormon pengatur nafsu makan seperti ghrelin dan leptin juga ikut berubah saat tubuh sedang sakit. Kondisi ini membuat rasa lapar semakin sulit muncul.
Baca Juga: 6 Bentuk Trust yang Lazim Diterapkan di Kantor. Perhatikan Cara Membangunnya!
Indra Pengecap Juga Ikut Terganggu
Bukan cuma soal sistem imun, hilangnya nafsu makan juga dipengaruhi perubahan pada indra penciuman dan pengecap. Saat flu atau pilek, hidung tersumbat membuat makanan terasa hambar dan kurang menggugah selera.
Sementara pada gangguan pencernaan, rasa mual, muntah, atau perut tidak nyaman membuat tubuh secara alami menolak makanan.
Apakah Harus Tetap Makan Saat Sakit?
Meski kehilangan nafsu makan saat sakit tergolong normal, tubuh tetap membutuhkan cairan dan nutrisi agar proses pemulihan berjalan optimal.
Dokter menyarankan untuk tidak memaksa makan dalam porsi besar. Sebagai gantinya, konsumsi makanan ringan dan mudah dicerna seperti sup, bubur, roti, pisang, atau kaldu hangat.
Yang paling penting adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama jika mengalami demam, diare, atau muntah. Air putih, elektrolit, dan sup hangat dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang.
Baca Juga: Kemenkes Buka Lowongan Kerja Proyek Strategis Kesehatan Nasional, Didukung World Bank hingga ADB
Hilangnya nafsu makan umumnya akan membaik seiring tubuh pulih dari penyakit. Namun, jika kondisi berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai lemas berat, penurunan berat badan drastis, atau sulit minum sama sekali, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah juga perlu lebih waspada karena lebih rentan mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi saat saki
Artikel Terkait
Sayur Ini Ternyata Bisa Bikin Mood Lebih Baik, Ini Penjelasannya
4 Cara Mengukur Apakah Perut Buncit Kamu Itu Menyimpan Visceral Fat yang Berbahaya Atau Tidak
Minum Diet Soda Setiap Hari, Aman atau Perlu Dibatasi? Cek Faktanya
Jangan Remehkan Minum atau Hidrasi Saat Berlari, Dampaknya Pada Performa Larimu Siginifikan!
Jangan Makan 7 Hidangan Ini Saat Perut Kamu Kosong! Bisa Bahaya
4 Pengaruh Kaus Kaki yang Cukup Penting Dalam Olah Raga Lari yang Perlu Kamu Ketahui!
4 Tujuan Memakai Kaus Kaki Kompresi atau Compression Socks Saat Berlari yang Perlu Kamu Pahami
Berapa Kali Sebaiknya Mengunyah Makanan? Ternyata Bukan Sekadar 32 Kali
Kena Side Stitch atau "Suduken" Saat Lari? Tenang, Tidak Berbahaya Kecuali Jika Ada Sejumlah Hal Berikut Ini!
7 Makanan yang Ternyata Lebih Sehat dari yang Selama Ini Dipikirkan