Begini Dampak Melemahnya Nilai Rupiah terhadap Kehidupan Kelas Menengah seperti Kita

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 17 Mei 2026 | 18:27 WIB
Ilustrasi: Dampak pelemahan rupiah akan segera dirasakan oleh kalangan menengah. (Freepik/Garets Visual)
Ilustrasi: Dampak pelemahan rupiah akan segera dirasakan oleh kalangan menengah. (Freepik/Garets Visual)

PejuangKantoran.com - Jumat (15/5/2026) lalu, nilai tukar rupiah kembali melemah di atas Rp 17.600 per dollar AS. Faktor utama pelemahan rupiah ini merupakan imbas konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian global, dan tingginya suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat.

Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi secara global itu membuat permintaan terhadap dollar AS melonjak drastis. Akibatnya, dollar AS cenderung dijadikan aset aman yang utama oleh para investor.

Masalahnya, pelemahan atau depresiasi nilai rupiah itu dampaknya relatif akan langsung dirasakan oleh kalangan menengah yang tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah. Bahkan kenaikan gaji pun tidak bisa mengimbangi biaya hidup yang meningkat.

Baca Juga: Pahami Penyebab Mata Uang Melemah, Meski Orang Desa Nggak Pakai Dollar buat Transaksi

Apa saja dampak pelemahan rupiah yang akan kita rasakan?

1. Kenaikan harga BBM

"Yang paling konkret yang pertama adalah harga BBM (bahan bakar minyak) naik," kata ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin, dalam program Kompas Bisnis KompasTV yang ditayangkan Kamis (14/5/2026).

Ketika nilai rupiah sedang tidak stabil, harga minyak mentah akan mengikuti kurs yang tengah berlaku. Harga minyak yang meningkat akan mendorong lonjakan harga BBM meski harga BBM domestik bisa dikendalikan dengan subsidi.

Masyarakat yang mengonsumsi BBM bersubsidi mungkin belum akan merasakan dampaknya, tapi buat mereka yang menggunakan BBM nonsubsidi akan mengalami kesulitan. Otomatis ongkos transpor kita, baik dengan kendaraan pribadi atau umum, juga akan naik.

2. Harga bahan makanan naik

Baca Juga: Ibnu Jamil Pakai Gaya Parenting-nya untuk Peran Ayah di 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan'

Makanan yang menggunakan bahan-bahan impor seperti gandum dan kedelai, misalnya roti, mie instan, tahu dan tempe, kemungkinan akan mengalami kenaikan harga secara bertahap, demikian menurut Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi.

Belum lagi kenaikan harga BBM, yang ternyata bukan hanya dirasakan oleh kita yang menggunakan kendaraan pribadi. Para petani dan nelayan juga butuh ongkos transportasi untuk distribusi barang atau melaut. Jangan heran kalau harga bahan makanan secara umum akan naik.

3. Harga barang-barang konsumsi naik

Dampak pelemahan rupiah lainnya akan terasa pada harga barang konsumsi. Selain makanan, barang konsumsi seperti pakaian, sepatu, kosmetik atau skincare, juga gadget seperti laptop dan smartphone, juga masih diimpor dari luar negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: ugm.ac.id, BBC, KompasTV

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X