PejuangKantoran.com - Jumat (15/5/2026) lalu, nilai tukar rupiah kembali melemah di atas Rp 17.600 per dollar AS. Faktor utama pelemahan rupiah ini merupakan imbas konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian global, dan tingginya suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat.
Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi secara global itu membuat permintaan terhadap dollar AS melonjak drastis. Akibatnya, dollar AS cenderung dijadikan aset aman yang utama oleh para investor.
Masalahnya, pelemahan atau depresiasi nilai rupiah itu dampaknya relatif akan langsung dirasakan oleh kalangan menengah yang tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah. Bahkan kenaikan gaji pun tidak bisa mengimbangi biaya hidup yang meningkat.
Baca Juga: Pahami Penyebab Mata Uang Melemah, Meski Orang Desa Nggak Pakai Dollar buat Transaksi
Apa saja dampak pelemahan rupiah yang akan kita rasakan?
"Yang paling konkret yang pertama adalah harga BBM (bahan bakar minyak) naik," kata ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin, dalam program Kompas Bisnis KompasTV yang ditayangkan Kamis (14/5/2026).
Ketika nilai rupiah sedang tidak stabil, harga minyak mentah akan mengikuti kurs yang tengah berlaku. Harga minyak yang meningkat akan mendorong lonjakan harga BBM meski harga BBM domestik bisa dikendalikan dengan subsidi.
Masyarakat yang mengonsumsi BBM bersubsidi mungkin belum akan merasakan dampaknya, tapi buat mereka yang menggunakan BBM nonsubsidi akan mengalami kesulitan. Otomatis ongkos transpor kita, baik dengan kendaraan pribadi atau umum, juga akan naik.
2. Harga bahan makanan naik
Baca Juga: Ibnu Jamil Pakai Gaya Parenting-nya untuk Peran Ayah di 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan'
Makanan yang menggunakan bahan-bahan impor seperti gandum dan kedelai, misalnya roti, mie instan, tahu dan tempe, kemungkinan akan mengalami kenaikan harga secara bertahap, demikian menurut Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi.
Belum lagi kenaikan harga BBM, yang ternyata bukan hanya dirasakan oleh kita yang menggunakan kendaraan pribadi. Para petani dan nelayan juga butuh ongkos transportasi untuk distribusi barang atau melaut. Jangan heran kalau harga bahan makanan secara umum akan naik.
3. Harga barang-barang konsumsi naik
Dampak pelemahan rupiah lainnya akan terasa pada harga barang konsumsi. Selain makanan, barang konsumsi seperti pakaian, sepatu, kosmetik atau skincare, juga gadget seperti laptop dan smartphone, juga masih diimpor dari luar negeri.
Artikel Terkait
Bukan Modal Uang, Namun Social Capital Sangat Berharga dan Tak Tergantikan di Kantor!
7 Pilar Utama Dalam Membangun Trust di Kantor yang Wajib Kamu Terapkan!
6 Bentuk Trust yang Lazim Diterapkan di Kantor. Perhatikan Cara Membangunnya!
Daftar Buah dan Sayur dengan Kandungan Pestisida Tertinggi, Stroberi hingga Bayam Masuk Peringkat Atas
Kenapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Alasannya
CEO Sebut Work-Life Balance sebagai “Red Flag”, Benarkah?
OJK: Klaim BPJS Ketenagakerjaan Melonjak Imbas PHK