Pejuangkantoran.com – Bisa dibilang, di kota-kota saat ini menemukan kedai kopi bukanlah hal yang sulit. Mulai dari kedai kopi tradisional alias warkop (warung kopi) yang menyajikan kopi tubruk hingga kedai kopi spesialiti yang menyediakan aneka biji kopi dari berbagai origin (asal) untuk diseduh.
Tahukah kamu, bahwa jenis kopi itu tak hanya Robusta dan Arabica yang sering kita dengar. Ada lagi dua jenis kopi yaitu Liberica dan Excelsa. Bahkan kopi Liberica Indonesia digunakan oleh sejumlah peserta World Brewers Cup (WBC) 2026.
Ada Jill Hoff dari Kanada yang menggunakan Liberica Jawa Tengah, Andrew Wong (Inggris) menggunakan Liberica dari gunung Merbabu, Jawa Tengah, dan Irs Rotzinger (Jerman) menggunakan Liberica dari Semendo, Sumatera Selatan.
Sebenarnya, apa perbedaan dari Robusta, Arabica, Liberica, dan Excelsa? Berikut penjelasannya:
- Coffea arabica (Arabika)
Arabica adalah spesies kopi yang paling banyak digunakan untuk kopi specialty. Kopi yang menyumbang sekitar 60–70% produksi kopi dunia, punya rasa yang kompleks, manis, dengan tingkat keasaman (acidity) yang lebih tinggi.
Menariknya, kandungan kafein Arabica termasuk tidak terlalu tinggi, sekitar 1,2–1,5%.
Pohon kopi Arabica tumbuh optimal di dataran tinggi (800–2.200 mdpl). Suhu dingin di mana tempat kopi ini tumbuh, membuat kopi matang lebih lambat.
Baca Juga: 5 Sajian Kopi Khas Negara Produsen Kopi Dunia. Mana yang Pernah kamu Coba?
Dan hal in membuat gula dalam buah kopi terbentuk lebih banyak, asam organik berkembang lebih baik, dan senyawa aromatik memiliki waktu lebih lama untuk terbentuk.
Dengan begitu, kopi Arabica mempunyai profil rasa umum yang lebih banyak, yaitu floral, fruity, citrus, chocolate, dan caramel.
Di Indonesia, Arabica terkenal dari daerah seperti Gayo Aceh, Toraja Sulawesi, Kintamani Bali, Papua Wamena, dan Java Ijen.
- Coffea canephora (Robusta)
Ini spesies kopi yang sangat populer digunakan di kopi instan dan saset maupun espresso blend. Kopi Robusta mengisi sekitar 30–40% produksi dunia.
Robusta sering disukai mereka yang butuh “mata melek” karena kandungan kafeinnya 2–2,7% (sekitar dua kali Arabica).
Tanaman kopi ini lebih tahan hama sehingga diberi nama Robusta, dari bahasa latin robustus yang artinya kuat atau tahan/tangguh. Pada kenyataannya tak hanya tahan hama/penyakit, Robusta memang lebih tahan (dibanding Arabica) terhadap suhu tinggi, tahan terhadap kelembaban tropis, dan dapat tumbuh di dataran rendah.
Artikel Terkait
Sama-Sama Mengandung Kafein, Mengapa Matcha Lebih Cocok Untuk Membuat Fokus Lebih Tajam Dibanding Kopi?
Ketika Wawancara Kerja Kamu Diajak Untuk Ngopi Terlebih Dahulu, Kamu Perlu Paham Hal Penting Berikut Ini!
Nggak Cuma Bikin Melek, Konsumsi Kopi dalam Jumlah Tertentu Bisa Bantu Menurunkan Kadar Stres
Nggak Cuma Jual Kenangan, Begini Cara Edward Tirtanata Membawa Kopi Lokal Jadi Unicorn
Rahasia Produktivitas Swedia yang Justru Dimulai dari Rehat Kopi