PejuangKantoran.com - Sleep Call merupakan film panjang kelima dari IDN Pictures. Meskipun rumah produksi ini baru diluncurkan pada 2020, film-film produksi IDN Pictures tampaknya sudah cukup mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Sampai hari ke-11 penayangannya, Sleep Call sudah meraih 310.000 penonton. Bukan hanya itu, film berdurasi 100 menit ini juga berhasil masuk dalam 30 film yang lolos seleksi Festival Film Indonesia.
Kalau kamu belum sempat menonton film ber-genre thriller suspense ini, 4 fakta menarik di balik penggarapan film Sleep Call ini semoga bikin kamu segera ikut antri di ticket box!
Baca Juga: Tren Frugal Travel, Liburan Irit Tapi Puas dan Penuh Makna
1. Banyak adegan intim, Laura Basuki minta dibantu intimacy coordinator
Untuk dapat melakukan adegan intim secara profesional dan nyaman, produser Susanti Dewi sengaja memberi perhatian khusus untuk persiapan produksinya.
Laura Basuki, Bio One, dan Kristo Immanuel harus menemui intimacy coordinator di mana mereka mengutarakan hal-hal yang dirasa nyaman atau tidak saat syuting adegan intim.
Selain itu, mereka juga berdiskusi dengan D.O.P. (Director of Photography, atau penata kamera) tentang proses pengambilan gambarnya.
“Kita ngobrol sama Lau (Laura Basuki, Red.). Jadi, maunya gimana? Sebagai produser, kita ingin aktor bisa memberikan yang terbaik. Kita coba tanya pada Laura apa yang bisa kita siapkan,” kata Susanti.
Laura Basuki merekomendasi seorang intimacy coordinator, Hagai Pakan, yang tugasnya membantu mengkoreografi adegan intimnya.
Selain itu juga mempersiapkan kebutuhan produksi agar adegan yang diinginkan sutradara bisa dieksekusi dengan aman dan nyaman baik dari sisi aktor maupun kru.
“Sutradara menyampaikan ide, lalu kita diskusikan bersama D.O.P, tim casting dan menyiapkan,” tambah Susanti.
Baca Juga: Bintang Gran Turismo Archie Madekwe Ngaku Tak Punya SIM Sebelum Lolos Kasting
2. Niken Anjani mendadak diberi skrip tambahan saat syuting
Saat menerima tawaran peran sebagai Suster Maya, Niken Anjani mengaku porsi aktingnya tidak terlalu banyak, dan tidak membutuhkan intensitas emosi yang begitu tinggi.