PejuangKantoran.com - Pisau tajam, bukan pisau majal atau pisau tumpul, faktanya, mengambil tempat dalam perjalanan sejarah.
Pisau tajam dan bukan pisau tumpul maupun pisau majal memang memiliki keunggulan apabila saling dibandingkan.
Pisau tajam yang bukan pisau tumpul atau pisau majal, kata Technical Director Katto Hermanto Tan, berguna, misalnya, dalam dunia kuliner.
"Gunakan selalu pisau tajam," kata Technical Director Katto Hermanto Tan pada Kamis dua pekan silam di Hotel Raffles Jakarta.
Pada kesempatan itu, Katto yang berupa alat pengasah pisau dari kayu menjadi sponsor pada kompetisi memasak dan butchery MLA atau Meat & Livestock Australia berbahan baku daging sapi australia untuk mengasah semua merek pisau di situ menjadi pisau tajam.
Kiblat pisau tajam
Technical Director Katto Hermanto Tan lebih lanjut menceritakan kisah perjalanan sejarah pisau tajam kepada PejuangKantoran.com .
Pengen tahu kiblat pisau tajam di dunia, simak ini.
"Di pisau tajam, selalu ada dua kiblatnya," terang Technical Director Katto Hermanto Tan, pria kelahiran 1978 ini.
"Kiblat pisau itu Jepang dan Jerman," kata Hermanto Tan.
Lebih lanjut, Technical Director Katto Hermanto Tan membeberkan ciri-ciri unik Jepang dan Jerman untuk pisau tajam, bukan pisau majal atau pisau tumpul.
Meskipun akhir-akhir ini China mulai masuk ke industri pisau tajam, Negeri Tembok Raksasa itu tetap bercirikan salah satu kiblat pisau tajam dunia.