Mengajar sebagai guru seni, Edwin mengajar di kelas dengan murid-murid berandal seperti Jefri (Omara Esteghlal), Doti (Satine Zaneta), Sim (Florian Rutters), Raihan (Faris Fajar Munggaran) dan Gerry (Dewa Dayana). Mereka ini kerap melakukan perundungan terhadap anak-anak lainnya.
Konflik terjadi ketika Edwin mendapati Jefri melakukan perundungan di luar sekolah, yang menyebabkan Jefri dikeluarkan dari SMA Duri.
Baca Juga: Anya Geraldine Merasa Punya Banyak Kesamaan dengan Naya di Mendadak Dangdut
Ketika Edwin dan Kristo (Endy Arfian), yang ia kira adalah keponakannya, bersama sahabat Kristo, Angga (Fatih Unru), sedang di dalam kelas, Jefri bersama teman-temannya menggunakan kesempatan ini untuk mengepung Edwin.
Jefri ingin melampiaskan kekesalannya karena menganggap Edwin jadi penyebab dirinya dikeluarkan dari sekolah.
“Kita telah melakukan beberapa screening dengan guru-guru. Dalam diskusi bersama guru, mereka setuju bahwa keresahan ini harus menjadi topik penting yang dibicarakan.
"Selama ini kita sebagai bangsa sering ke-distract dengan hal-hal yang tidak terlalu penting, yang justru menjauhkan dari cita-cita kita sebagai bangsa,” seru Jokan.
Baca Juga: Kapan Waktu Tepat Minta Kenaikan Gaji? Lakukan Juga 5 Strategi Ini agar Lebih Mungkin Diterima
Ia berharap film Pengepungan di Bukit Duri ini dapat menjadi potret diri bagi bangsa sekaligus pengingat untuk terus bercermin.
“Film ini bukan tentang masa lalu tapi tentang apa yang terjadi jika kita pura-pura lupa. Kadang yang paling menakutkan bukan kekerasan itu sendiri, tapi sistem yang membiarkannya tumbuh!” tukasnya. (Syanne Susita)