senggang

Dirty Latte Menu Kopi yang Sedang Tren yang Awalnya Dibuat Karena Keluhan Pelanggan

Selasa, 18 November 2025 | 13:02 WIB
Dirty latte atau dirty coffee, menu yang ditemukan karena ada keluhan pelanggan sebuah kedai kopi di Tokyo. (Rawpixel.com on Freepik)

Pejuangkantoran.com – Pepatah yang berkata “Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga” menggambarkan bahwa setetes warna nila (biru) bisa mengotori warna putih susu yang penuh sebelanga.

Pepatah ini menggambarkan bagaimana suatu kesalah kecil bisa menutupi hal-hal baik yang lebih banyak.

Namun dalam dunia minuman kopi, warna cokelat kehitaman kopi yang “mengotori” susu, malah menjadi menu yang sedang dicari saat ini, yaitu dirty latte.

Dirty latte adalah minuman kopi yang terdiri dari espresso yang dituangkan di atas susu dingin atau iced milk dan tanpa diaduk.

Disebut “dirty” karena tampilan minumannya terlihat “kotor” atau berlapis. Espresso panas yang dituangkan di atas susu dingin menimbulkan efek gradasi warna yang tidak rata.

Menu kopi ini rasanya perpaduan antara gurih-manis-creamy-nya susu dingin dengan panas-pahit espresso di atasnya. Dirty latte lebih bold daripada latte biasa, alias rasa kopinya lebih kuat daripada latte biasa.

Baca Juga: Matcha Makin Digemari oleh Gen Z dan Millenial. Bakal Menggantikan Posisi Kopi? Simak Perbandingannya!

Selain itu, perbedaan antara dirty latte dengan latte adalah

  • Latte bisa: susu dan espresso dalam kondisi panas, susu kemudian di-steam dan dicampur dengan kopi secara merata.
  • Dirty latte: susu dalam kondisi dingin plus espresso panas yang dituang di atasnya tanpa diaduk sehingga tidak bercampur.

Penemu Dirty Latte

Meskipun ada beberapa informasi yang berbeda tentang siapa pembuat menu ini pertama kali, namun banyak sumber yang menyebutkan bahwa Katsuyuki Tanaka lah penemu dirty latte untuk pertama kalinya.

Seperti yang disampaikan dalam website Baristamagazine.com, yang mewawancarai Katsuyuki, menu ini sebenarnya tercipta karena berawal dari keluhan pelanggannya.

Ceritanya, pada musim panas tahun 2010, seorang pelanggan Bear Pond Espresso, kedai kopi milik Katsuyuki di Tokyo, mengeluhkan iced latte yang ia pesan rasanya kosong (watery) karena esnya sudah mencair.

Baca Juga: Alat Seduh Kopi Manual atau Manual Brew yang Wajib Kamu Punya. Apa Alat Tambahan yang Penting?

Dengan pengalaman itu, Katsuyuki lalu mencoba membuat minuman yang sama namun dengan cara yang berbeda. Ia menuangkan espresso panas langsung ke dalam susu dingin (tanpa es) agar kasus yang dialami pelanggannya tadi tidak terulang.

Halaman:

Tags

Terkini