Sementara di Indonesia yang terjadi adalah kebalikannya. Sutradara bisa menguasai keseluruhan posisi. Dia bisa memilih aktor yang ingin diarahkan, dan yang memerankan peran utama. Di sini, hal itu jarang menjadi perdebatan.
“Saya, sebagai aktornya, tahu harus ngapain. Saya tahu visi dan misi saya seperti apa. Sedangkan sebagai sutradara, saya juga sudah tahu akan bikin film action yang dibalut dengan drama agar orang bisa relate,” tegas Iko.
Menurutnya, perdebatan hanya akan menghabiskan waktu, dan selain itu juga sangat tidak baik dari segi produksi.
Baca Juga: Makna 'Bare Minimum' di Tempat Kerja: Karyawan dan Perusahaan Harus Sama-sama Punya Andil
“Menghabiskan dana, dan banyaklah! Dari segi chemistry antara sutradara dan pemain, antara nomer satu, dua, dan tiga. Secara keseluruhan, menurut saya nggak ada itu satu, dua, dan tiga.
"Tidak ada itu siapa yang jadi peran utama atau peran yang paling penting. Karena satu peran kosong, pasti otomatis mereka (pemeran utama) akan tertutup!” pungkasnya.
Film Timur, yang dibintangi Iko Uwais, Aufa Assegaf, Yasamin Jasem, Yusuf Mahardika, Bizael Tanasale, Stefan William, Fanny Ghassani, Andri Mashadi, dan Kiki Narendra, bisa disaksikan di bioskop mulai 18 Desember 2025.