senggang

FIlm Dowajuseyo (Tolong Saya) Kombinasikan Urban Legend Lokal dan Korea Selatan dari POV Tokoh Wanita

Senin, 22 Desember 2025 | 21:59 WIB
Dowajuseyo (Tolong Saya) berbicara dari perspektif perempuan dengan penekanan bahwa perempuan berhak atas pilihan hidupnya. (Instagram @dowajuseyofilm)

PejuangKantoran.com - Hingga pertengahan Desember ini, data dari Abbasarap.id menyebut bahwa penonton film Indonesia sudah mencapai 77 juta orang. Ini artinya kurang 3 juta penonton lagi untuk mencapai rekor penonton film tanah air di tahun 2024.

Melihat perkembangan pesat industri film layar lebar, rumah produksi baru pun bermunculan. Para pendiri rumah-rumah produksi ini ada yang memang baru merintis, tetapi ada pula yang sudah berkecimpung lama di dunia hiburan.

Contohnya Herty Paulina Purba, yang mendirikan rumah produksi Heart Pictures. Ia mengumumkan film Dowajuseyo (Tolong Saya) sebagai film layar lebar pertama dari Heart Pictures yang akan dirilis pada 29 Januari 2026.

Baca Juga: AS Perketat Kebijakan Imigrasi, Sekarang Pemohon Visa Kerja akan Diperiksa Media Sosialnya

“Bangga dan senang sekali rasanya, setelah lebih dari setahun yang lalu kita melakukan proses produksi di Korea Selatan. Kami di Heart Pictures punya misi untuk menyentuh hati melalui film.

"Harapan kami film Dowajuseyo ini sampai ke hati banyak penonton dan memperkaya khasanah industri film horor Indonesia,” ujar Herty, saat membuka konferensi pers film Dowajuseyo (Tolong Saya) di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Untuk menulis skenario, Herty mengajak Nucke Rahma, rekan kerja lamanya selama di dunia broadcast. Sejak awal menulis cerita horor ini, Nucke mendapat titipan untuk tidak melupakan unsur drama di cerita horor.

“Saya jadi semakin tertarik karena kita ingin ambil gaya metro urban legend yang kita kaitkan dengan apa yang sedang hype sekarang, yaitu Korea. Dari kombinasi ketiga hal ini, lahirlah skenario Tolonglah Saya atau Dowajuseyo!” terang Nucke.

Cerita film, yang dibintangi oleh Saskia Chadwick, Cinta Brian, dan Kim Geba atau populer dengan nama Bung Korea, ini terinspirasi dari kisah nyata. Film berbicara dari perspektif perempuan dengan penekanan bahwa perempuan berhak atas pilihan hidup dan kemerdekaan dirinya.

“Yang paling penting adalah perempuan berhak dan berkuasa atas tubuhnya, karena fitrahnya perempuan adalah madrasah pertama atau ruang guru pertama untuk anak-anak yang akan menjadi generasi sebuah bangsa.

Baca Juga: Jangan Samakan Hari Ibu dengan Mother's Day, Keduanya Punya Latar Belakang yang Berbeda!

"Apabila ada hal-hal terjadi di luar batasan atau ada perampasan hak asasi perempuan, maka yang terjadi adalah huru hara. Inilah yang akan disampaikan oleh film ini, bahwa kita menghargai perempuan,” seru Nucke lebih lanjut.

Dowajuseyo (Tolong Saya) akan bertutur dari kacamata perempuan, lewat tokoh Tania. Tania adalah mahasiswi yang sedang kuliah di Busan, dan terjerat dalam dunia arwah penasaran wanita Korea bernama Min Young (Kim Seo Young).

Bersama dokter Park Min Jae, Tania berjuang mengungkap kebenaran kelam di balik tragedi hidup Min Yong. Namun, kehadiran Dion, pria misterius dengan masa lalu kelam, semakin memperumit situasi.

Sementara itu Tania terus mengalami gangguan misterius yang membuatnya sering berhalusinasi, dan berujung pada teror yang tak berkesudahan.

Halaman:

Tags

Terkini