senggang

Aulia Sarah Menikmati Perannya di 'Sengkolo Petaka Satu Suro' Meski Menguras Emosi dan Fisik

Senin, 19 Januari 2026 | 10:04 WIB
Aulia Sarah merasa tertantang dengan peran bidan Rahayu dalam film "Sengkolo Petaka Satu Suro". (Instagram @owliasarah)

PejuangKantoran.com - Peran Aulia Sarah sebagai Badarawuhi di film KKN di Desa Penari membuat dirinya menjadi aktris yang identik dengan peran-peran hantu.

Ketika diajak terlibat dalam film Sengkolo Petaka Satu Suro dengan peran yang berbeda, aktris kelahiran Jakarta, 6 Juli 1991 ini langsung bersemangat. Aulia memerankan Rahayu, bidan yang sangat menyayangi anaknya.

Namun, ia harus menghadirkan akting yang berbeda lagi saat perannya kesurupan.

Baca Juga: Kisah 'Sengkolo Petaka Satu Suro' Diilhami Pengalaman Penulis yang Diganggu Kuntilanak saat Hamil

“Aku senang sekali diberi kesempatan untuk memainkan karakter Rahayu yang screen time-nya banyak sekali. Aku terharu karena ketika semua PH menawarkan film horor yang perannya kebanyakan jadi hantu saja, di sini aku diberi tugas yang cukup berat dan besar sekali.

"Karakter Rahayu adalah karakter yang rapuh dan banyak luka,” ujar Aulia, saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Tidak mudah bagi Aulia untuk memerankan tokoh seperti Rahayu yang memiliki dua cara penjiwaan yang berbeda.

“Secara energi berat karena ada bolak baliknya. Aku harus channeling emosi sebagai manusia, tapi juga switch ekspresi dan emosi sebagai orang yang kerasukan,” kata aktris yang memulai karir di dunia hiburan dari pemilihan Gadis Sampul ini.

Saat Rahayu kerasukan, selain harus mengenakan contact lens yang membuat penglihatannya kabur, Aulia harus melakukan gerakan-gerakan tubuh yang sulit.

Ia bersama sutradara Deni Saputra dan Hadrah Daeng Ratu sebagai direktur kreatif harus banyak berdiskusi bagaimana mempraktikkan gerakan-gerakan tersebut.

Baca Juga: Kepala BGN Sebutkan Hanya Jabatan Tertentu dari SPPG yang Akan Diangkat Menjadi PPPK di Februari 2026 Ini

“Tantangannya bukan hanya soal gerakan tubuh sih, tapi dalam keadaan kerasukan itu aku harus ingat kalau di dalam ada Rahayu yang rapuh dan punya luka. Aku tidak boleh lupa itu saat berakting orang kerasukan, dan jujur, itu sangat draining!” serunya.

Sedangkan untuk pendalaman karakter sebagai bidan, Aulia juga harus mengikuti workshop bersama seorang bidan untuk mengetahui apa saja yang biasanya dilakukan bidan saat membantu melahirkan.

Workshop ini membantu aku karena aku kan nggak mengerti cara mengecek perut ibu hamil seperti apa, atau cara melahirkan bayi seperti apa!” ujarnya.

Namun dari tokoh Rahayu, Aulia banyak mengambil hikmahnya. Ia diingatkan bahwa ia tidak harus selalu menunjukkan dirinya kuat, karena orang kuat belum tentu hidupnya baik-baik saja.

Halaman:

Tags

Terkini