Pejuangkantoran.com – Posisi terakhir pesawat ATR 42-500 yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa diperkirakan oleh air traffic control (ATC). Hal tersebut bisa terjadi karena dalam setiap penerbangan selalu ada komunikasi terus menerus antara pesawat terbang dengan ATC.
Peran ATC dalam dunia penerbangan adalah mengatur lalu lintas udara. ATC bertugas untuk mengatur, memandu, dan mengawasi pergerakan pesawat udara, baik di darat (di landasan bandara) maupun di udara (termasuk pesawat yang hanya melintasi wilayah jangkauan radar ATC).
Tujuannya adalah membuat operasi penerbangan berlangsung selamat, teratur, dan efisien. Oleh karena itu, ATC wajib dijalankan oleh orang-orang yang harus bisa berkonsentrasi tinggi dan mengambil keputusan yang cepat.
Tak hanya itu, petugas ATC juga harus mampu berpikir secara spasial dan logis dan tahan dengan tekanan pekerjaan yang tinggi.
Karena ATC itu berhubungan dengan pesawat terbang seluruh dunia, maka wajib fluent dengan bahasa Inggris standar penerbangan (ICAO English) dan wajib mempunyai sertifikasi dan lisensi resmi (ICAO-compliant).
International Civil Aviation Organization (ICAO) adalah badan khusus (specialized agency) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas menetapkan standar dan rekomendasi global untuk keselamatan, keamanan, efisiensi, dan keteraturan penerbangan sipil internasional.
ICAO bukan operator penerbangan dan bukan regulator nasional, melainkan pembuat standar internasional.
ATCBaca Juga: Peran Penting ATC dalam Dunia Penerbangan, Termasuk Bisa Memperkirakan Posisi Pesawat Saat Lost Contact
Beban dan Pola Kerja ATC
Seorang petugas ATC wajib bersedia menjalani beban kerja dan pola jam tugas yang spesifik, sebab pada dasarnya ATC itu pekerjaannya 24 jam 7 hari.
Sebagai gambaran, beban kerja dan pola Jam tugas di ATC adalah sebagai berikut:
- Sistem shift (termasuk malam, akhir pekan, hari libur).
- Konsentrasi tinggi dalam waktu terbatas.
- Ada mandatory rest time demi keselamatan.
ATC adalah profesi dengan tingkat stres tinggi, tetapi terkontrol secara sistem. Dengan tugas yang tidak ringan dan tanggung jawab yang sangat besar, petugas ATC memberikan batas usia operasional tertentu dan melakukan evaluasi psikologis secara rutin.
Tugas air traffic control membutuhkan orang-orang yang:
- Sangat fokus dan kuat di logika;
- Tetap nyaman saat mengambil keputusan cepat;
- Tidak mudah panik;
- Disiplin tinggi;
- Siap bekerja “di balik layar” tanpa sorotan publik.
Dengan tuntutan tugas dan tanggung jawab yang demikian besar, gaji seorang ATC, menurut itda.ac.id, mulai dari Rp15.000.000 (fresh graduate) hingga Rp45.000.000 per bulan untuk yang sudah level senior.
Artikel Terkait
4 Etika saat Terbang di Kelas Satu atau Kelas Bisnis. Jangan Sampai Dibilang Norak!
Bukan Cuma Lintas Negara, Penerbangan Ini Bahkan Punya Layanan Terbang Melintasi Waktu
Alasan Utama Mengapa Pilot Dilarang Memakai Parfum atau Hand Sanitizer sebelum Penerbangan
Hindari Menggunakan Koper Warna Hitam, Biru Navy, atau Abu-Abu Dalam Perjalanan dengan Pesawat Terbang!
Nggak Heran Jadi Maskapai Impian, Segini Gaji Pramugari Singapore Airlines Tahun 2025!
Gaji Mencapai Puluhan Juta Rupiah Jadi Pramugari Itu Tak Mudah, Ini Keterampilan yang Dibutuhkan!