senggang

Kenapa Disebut “Tiket Pulang Pergi”, Bukan “Pergi Pulang”? Ini Jawabnya

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi tips mendapatkan tiket pesawat murah di semua maskapai. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Saat membeli tiket transportasi, baik pesawat, kereta, maupun bus—kita hampir selalu menemukan istilah “pulang pergi” (PP), bukan “pergi pulang”. Sekilas terlihat sederhana, tapi ternyata urutan kata ini punya alasan menarik dari sisi bahasa dan kebiasaan penggunaan.

Dalam bahasa Indonesia, istilah “pulang pergi” sudah menjadi bentuk yang baku dan umum digunakan dalam berbagai konteks perjalanan. Meski secara logika seseorang memang “pergi dulu baru pulang”, dalam praktik kebahasaan urutannya tidak selalu mengikuti alur kejadian.

Menurut penjelasan linguistik, susunan kata seperti ini bersifat arbitrer, artinya terbentuk berdasarkan kesepakatan penggunaan dalam masyarakat, bukan aturan logika waktu.

Baca Juga: Pemerintah Australia Menghentikan Pendaftaran Kampus Swasta untuk Mahasiswa Internasional

Kenapa “Pulang” Didahulukan?

Ada beberapa penjelasan menarik mengapa “pulang” justru berada di depan:

Salah satunya berkaitan dengan kebiasaan bahasa yang mengutamakan kata yang dianggap lebih “dekat” atau “familiar” secara emosional. Kata “pulang” sering dikaitkan dengan sesuatu yang lebih ditunggu dan memiliki makna emosional yang kuat dibanding “pergi”.

Selain itu, dalam bahasa Indonesia kita juga mengenal pola serupa seperti:

  • turun naik
  • maju mundur
  • keluar masuk

Pola ini menunjukkan bahwa urutan kata tidak selalu mengikuti kronologi, tetapi lebih pada kebiasaan ujaran yang dianggap paling natural.

Baca Juga: Kenapa Notifikasi Grup Kantor Bisa Memicu Stres Saat WFH? Ini Penjelasannya

Sudut Pandang Bahasa dan Kebiasaan

Dari sisi psikolinguistik, manusia cenderung memilih susunan kata yang lebih mudah diucapkan dan lebih cepat dipahami dalam komunikasi sehari-hari. Karena itu, bentuk “pulang pergi” akhirnya lebih mapan dan digunakan secara luas dalam sistem transportasi, tiket, hingga percakapan sehari-hari.

Seiring waktu, bentuk ini menjadi standar yang tidak lagi dipertanyakan, meskipun secara logika urutan perjalanannya adalah sebaliknya.

Istilah “tiket pulang pergi” bukanlah kesalahan atau kebetulan, melainkan hasil dari kebiasaan bahasa yang sudah mengakar. Urutan kata dalam bahasa tidak selalu mengikuti logika waktu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor kebiasaan, kenyamanan pengucapan, dan makna emosional yang melekat pada kata tersebut.

Jadi, meski kita “pergi dulu baru pulang”, dalam bahasa Indonesia tetap yang berlaku adalah: pulang pergi.

Tags

Terkini