PejuangKantoran.com - Berniat melanjutkan studi ke Australia? Sebaiknya kamu benar-benar mensurvei dulu kampus-kampus yang jadi tujuan kamu. Sebab mulai 19 Mei 2026, pemerintah Australia resmi menghentikan sementara pendaftaran kampus swasta dan lembaga kursus baru yang ingin mengajar mahasiswa internasional.
Langkah tegas ini diambil oleh pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese untuk membenahi sistem pendidikan mereka. Saat ini, Australia sedang menghadapi lonjakan jumlah imigran dan krisis ketersediaan rumah. Pembekuan izin ini akan berlaku selama satu tahun penuh, yaitu hingga 19 Mei 2027.
Aturan baru ini menyasar lembaga pendidikan swasta, khususnya di bidang pendidikan vokasi atau kejuruan (VET) dan kursus intensif bahasa Inggris (ELICOS).
Baca Juga: Sempat Sepi Peminat, Gimana Sih Cara Mengajukan Permohonan Global Citizenship of Indonesia?
Pemerintah menilai jumlah lembaga kursus swasta ini sudah terlalu banyak dan sudah memasuki titik jenuh. Sejak tahun 2021, jumlah penyedia jasa pendidikan ini melonjak drastis hingga lebih dari 35%.
Hanya untuk kampus swasta
Tapi, kamu nggak perlu khawatir kalau niatnya kuliah di kampus negeri. Aturan pembekuan ini tidak berlaku untuk sekolah negeri, universitas negeri utama, dan lembaga pelatihan teknis milik pemerintah (TAFE).
Bagi kampus swasta yang sudah telanjur terdaftar, mereka masih diizinkan untuk menambah lokasi kelas atau memperbarui program belajar mereka. Pemerintah hanya menutup pintu bagi pemain-pemain baru yang dicurigai "nakal" atau tanpa kualitas yang jelas.
Menteri Muda Urusan Pendidikan Internasional, Julian Hill, menegaskan bahwa Australia sebenarnya tetap terbuka untuk mahasiswa internasional yang benar-benar berniat belajar. Namun, nama baik pendidikan Australia harus dijaga lewat aturan yang ketat.
"Bukan keputusan yang mudah untuk menghentikan sementara pendaftaran baru untuk mengajar mahasiswa internasional di bidang vokasi atau bahasa Inggris.
Baca Juga: Dokumen Persyaratan bagi Eks WNI yang Ingin Mengajukan Visa Global Citizenship of Indonesia
"Langkah ini dilakukan untuk membantu pemerintah mengatasi masalah kejenuhan pasar dan memeriksa latar belakang lembaga-lembaga baru yang ingin masuk," ungkap Julian Hill.
Visa makin sulit tembus
Tentu saja, kebijakan ini ternyata tidak diterima dengan baik oleh semua pihak. Banyak kampus swasta yang merasa dirugikan. Mereka menilai pemerintah tidak adil karena memukul rata semua lembaga swasta, padahal banyak dari mereka yang punya kualitas sangat bagus.
Ian Pratt, Managing Director dari Lexis English, berpendapat bahwa menutup pendaftaran bukan solusi yang cerdas untuk menaikkan standar kualitas.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Office & Executive Coordination Associate Dibuka di Bali
Contoh Jawaban dalam Bahasa Inggris ketika Ditanya, 'Kapan Bisa Mulai Bekerja?' usai Wawancara Kerja
7 Alasan Mengapa Timeline Itu Penting dalam Sebuah Proyek yang Wajib Diketahui oleh Project Manager
Lari "Melawan Arah" Itu Lebih Aman Bagi Pelari dan Pengguna Jalan Raya Lainnya. Simak Alasannya!
'Nobody Loves Kay', Kisah Gamer Muda yang Mengejar Mimpi Jadi Atlet e-Sport Profesional
Standard Chartered akan Memangkas Ribuan Karyawan Seiring Meningkatnya Penggunaan AI
Jangan Remehkan Asupan Nurisi Setelah Lari, karena Bisa Membuat Peforma Larimu Stagnan!