PejuangKantoran.com - Para pengamat boleh saja bilang kecerdasan buatan tidak akan menggantikan pekerjaan manusia. Faktanya, ada beberapa jenis pekerjaan yang rentan digantikan AI. Beberapa di antaranya, customer service, staf administrasi/data entry, pemrograman, dan keuangan.
Yang terbaru adalah kabar perampingan karyawan oleh salah satu raksasa keuangan, yaitu Standard Chartered. Bank asal Inggris ini mengumumkan akan memangkas sekitar 7.800 karyawan atau lebih dari 15% staf administrasi (back-office) mereka hingga tahun 2030 nanti.
Pihak bank menjelaskan bahwa teknologi AI semakin banyak dipakai untuk mempercepat pelayanan dan membuat operasional internal jadi jauh lebih efisien.
Baca Juga: Takut Pekerjaan Mereka Digantikan AI, 1 dari 10 Karyawan Muda Putuskan Ganti Haluan Karier
Pengumuman yang disampaikan langsung oleh CEO Bill Winters dalam acara pertemuan investor di Hong Kong itu juga menegaskan bahwa bagian administrasi perusahaan, seperti divisi HRD (Human Resources), manajemen risiko (risk), dan kepatuhan (compliance), bakal menjadi area yang karyawannya paling banyak dipangkas.
Sebagai gambaran, jumlah pekerja di bagian layanan pendukung (support-services) bank ini mencapai sekitar 51.000 orang pada pertengahan tahun 2025 lalu.
Angka ini menunjukkan betapa besarnya skala perombakan yang sedang terjadi di salah satu lembaga keuangan dengan jaringan terluas di dunia ini.
"Kami memperluas penggunaan otomatisasi, analisis canggih, dan kecerdasan buatan untuk merampingkan proses, meningkatkan pengambilan keputusan, serta meningkatkan layanan klien dan efisiensi internal," demikian pernyataan resmi dari Standard Chartered.
Untungnya, karyawan yang di-PHK tidak akan benar-benar kehilangan pekerjaan. Bank yang berdiri tahun 1969 itu berencana untuk memindahkan sebagian karyawan yang terdampak ke divisi atau posisi lain di dalam perusahaan.
Baca Juga: OJK: Klaim BPJS Ketenagakerjaan Melonjak Imbas PHK
Pemangkasan itu sendiri merupakan bagian dari strategi global sang CEO, Bill Winters, untuk meningkatkan keuntungan bank di wilayah Asia dan Afrika.
Standard Chartered tidak sendirian dalam melakukan pengurangan karyawan untuk digantikan AI ini. Banyak perusahaan teknologi dan keuangan lain yang juga melakukan hal serupa.
DBS, bank terbesar di Singapura, berencana memberhentikan 4.000 pekerja kontrak dalam tiga tahun ke depan. Meta (Facebook) memotong sekitar 8.000 staf demi fokus mendanai proyek-proyek AI mereka. Sedangkan Amazon dan Oracle kompak melakukan PHK massal terhadap puluhan ribu karyawannya sejak awal tahun.
Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, terutama para lulusan baru. Kehadiran AI memang mempermudah banyak pekerjaan, namun di sisi lain, teknologi ini juga menggeser tugas manusia yang sifatnya berulang.
Kuncinya sekarang adalah mulai beradaptasi dan mempelajari cara menggunakan tools AI, agar posisi kita di dunia kerja tidak digantikan AI.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Office & Executive Coordination Associate Dibuka di Bali
Tom Francis Dikabarkan Ikuti Audisi, Jadi Kandidat James Bond Selanjutnya
BI dan Bakom: Rupiah Bisa Tembus Rp18.000 Tanpa Intervensi, Pemerintah Klaim Stabilitas Tetap Terjaga
Contoh Jawaban dalam Bahasa Inggris ketika Ditanya, 'Kapan Bisa Mulai Bekerja?' usai Wawancara Kerja
7 Alasan Mengapa Timeline Itu Penting dalam Sebuah Proyek yang Wajib Diketahui oleh Project Manager
Lari "Melawan Arah" Itu Lebih Aman Bagi Pelari dan Pengguna Jalan Raya Lainnya. Simak Alasannya!
'Nobody Love Kay', Kisah Gamer Muda yang Mengejar Mimpi Jadi Atlet e-Sport Profesional