PejuangKantoran.com - Sebagai drummer Seringai Band, Edy Khemod sering menghadapi copet yang menyelinap di konser-konser mereka. Ketika ide cerita ini di-sounding ke Ernest Prakasa dan Dipa Andika untuk dijadikan film, kedua pemilik PH Imajinari itu menyambut dengan baik.
Namun, untuk merealisasikan ide ini, Dipa Andika secara blak-blakan mengatakan tidak mungkin menggelar konser sebagai lokasi syuting. Akhirnya, terjadilah kolaborasi dengan Kiki Aulia Ucup, orang di balik Boss Creator.
Seperti kita ketahui, Boss Creator adalah penggagas festival musik paling populer di kalangan Gen Z, Pesta Pora. Kebetulan Kiki juga terpikir untuk mengembangkan IP Pesta Pora sehingga tercetus ide untuk memberi judul filmnya Operasi Pesta Pora.
Baca Juga: No No Ya, Ini 8 Kesalahan yang Harus Dihindari saat Masuk ke Imigrasi Bandara Menurut Pakar Hukum
Syuting yang melibatkan Ijal (Iqbaal Ramadhan), Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba) untuk membuat adegan aksi copet mereka dilaksanakan di Festival Pesta Pora tahun 2025.
Diceritakan, empat sekawan yang tinggal di pinggiran kota itu sulit mendapatkan pekerjaan layak, padahal biaya hidup terus naik. Nyopet di konser sebenarnya bukan pilihan Ijal dan kawan-kawan. Tapi, aksi tersebut dilakukan karena kepepet.
Setelah mengembangkan ceritanya itu, pihak Imajinari bersama Edy Khemod merasa judul awal film jadi nggak cocok karena tidak menggambarkan cerita film.
“Pertama kali kita mau bikin film ini, seperti teaser-nya di film Agak Laen Menyala Pantiku, (judulnya) Operasi Pesta Pora. Ini bukan gimmick. Memang dari awal yang kita buat adalah Operasi Pesta Pora.
"Tapi, seiring berjalannya waktu, sambil mengerjakan berbagai hal termasuk trailer ini, kita merasa ada sesuatu yang kurang menggigit dari judul. Ya, kata copet itu sendiri.
"Karena esensi di balik semua kriminalitas, aksi, komedi dan drama ini kan, seperti keinginan Khemod dari awal, ingin menyoroti ketimpangan sosial melalui profesi copet. Jadi rasanya tanggung kalau kata copet tidak ada di judul.
"Karena orang begitu dengar Operasi Pesta Copet langsung ngerti, oh, ini film tentang apa,” ujar Ernest Prakasa, saat trailer launch di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Selasa (22/7/2026).
Kebetulan, ada dialog dalam film di mana keempat karakter memplesetkan jingle Pesta Pora menjadi pesta copet.
Itu sebabnya Ernest dengan tegas menolak dianggap mengglorifikasi aksi copet lewat penggantian judul ini. Ia langsung mengacu pada film-film Hollywood yang juga mengangkat tema pencurian seperti Ocean Eleven.
Pendekatan Ernest untuk tema ini sama dengan pemberitaan kriminalitas di media. Menurutnya, justru film ini membuka mata orang untuk berhati-hati karena mengetahui cara kerja para copet.