Keuntungan dari penjualan yang diperoleh dari perusahaan QC Media Holdings dan Weverse yang berbasis di Amerika juga berdampak pada kinerja tengah tahunan. Weverse bahkan mampu melampaui sekitar 100 juta unduhan per Juni 2023.
Namun, laba operasional mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya karena biaya dari perayaan "Festa" BTS—untuk merayakan anniversary grup nominasi Grammy tersebut ke-10—dan Weverse Con Festival tahunan.
Keduanya diadakan secara langsung dan online dua bulan lalu.
Single Jungkook BTS juga akan meningkatkan saham Hybe
Setelah sempat menurun saat berita BTS akan menjalani hiatus dan fokus solo karir, saham Hybe perlahan mulai mengalami peningkatan. Khususnya saat Jungkook BTS merilis single Seven pada 14 Juli 2023.
Pada penutupan minggu di hari yang sama, harga saham Hybe mencapai 256.500 KRW atau Rp2,95 juta. Nilai ini lebih dari dua kali lipat harga terendah sepanjang masa sejak Oktober 2022.
Selama akhir pekan tersebut, mata investor Hybe mengamati dengan cermat kinerja single Jungkook, yang menjadi indikator utama apakah strategi Hybe untuk BTS bisa terus berjalan baik.
Tampaknya pasar menyukai apa yang mereka lihat karena harga saham Hybe melambung sebesar 3,12% pada Senin, 17 Juli 2023, di Korea. Pada penutupan perdagangan, harga sama naik hingga 264.500 KRW atau Rp3.04 juta.
Baca Juga: V BTS Rilis Album Solo “Layover”, Sisipkan Surat yang Ditulis Tangan Langsung untuk ARMY
Akibatnya, kapitalisasi pasar Hybe bernilai 11,02 triliun KRW di hari tersebut atau hampir Rp127 triliun.
Dengan kata lain, kenaikan harga saham sebesar 3,12% pada 17 Juli 2023 terinspirasi oleh kesuksesan awal Jungkook BTS.
Apakah perilisan album terbaru V BTS, Layover, pada 8 September 2023 dan album solo Jungkook yang rencananya rilis pada November 2023 juga akan menambah keuntungan Hybe? Kita lihat saja nanti. (Elga Windasari)