PejuangKantoran.com - Dian Sastrowardoyo sudah sering menyebutkan yayasan miliknya yang diberi nama sesuai namanya sendiri melalui konten media sosial, terutama yang menyangkut program beasiswanya.
Namun, Yayasan Dian Sastrowardoyo ternyata tidak hanya berfokus pada dunia pendidikan, tetapi juga di dunia seni budaya dan pemberdayaan perempuan.
Ketika ikut berakting dalam film pendek Laut Bercerita dirasa tidak cukup memberikan kontribusi dalam menyebarkan pesan pentingnya, Dian pun terjun langsung dalam penggalangan dana film melalui yayasannya tersebut.
Baca Juga: Negara-Negara yang Menerapkan Aturan Hak Memutus Sambungan: Pelajaran dari Australia dan Negara Lain
“Memang kita akhirnya bantuin promosi Laut Bercerita, mencarikan dana melalui Yayasan Dian Sastrowardoyo,” ujar Dian, saat nonton bareng Laut Bercerita di Bentara Budaya Jakarta, Jumat (23/8/2024).
Penggalangan dana untuk film yang diangkat dari novel karya Leila S. Chudori itu dilakukan melalui yayasannya karena Dian merasa program kerja ini sesuai dengan salah satu pilar yang diusung, yaitu pilar budaya.
“Laut Bercerita adalah bentuk kolaborasi karena film memang arena bermain kita juga dalam ranah seni dan budaya. Apalagi, kita melihat banyak sekali unsur edukasi dalam cerita ini.
“Bahwa bagaimana atau apa yang terjadi di tahun 1998, itu kan tahun yang lampau. Bagaimana kita menolak lupa, bagaimana kita perlu mengedukasi generasi-generasi berikutnya kalau kejadian ini pernah terjadi dan merupakan bagian dari sejarah kita,” terangnya.
Menurut Dian, kita akan lebih mengenal diri kita sendiri jika tidak menutup mata akan hal-hal yang tidak menyenangkan yang pernah terjadi di negara kita, dan bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.
“Bagaimana caranya agar tidak berulang, ya? Bagaimana kita bisa kawal bareng-bareng? Jadi, keterlibatan yayasan di film ini lebih ke semangat, ‘Yuk, sama-sama kita belajar jadi bangsa yang lebih baik’,” tambahnya.
Baca Juga: Keuntungan dan Kerugian Earnings Call bagi Perusahaan maupun Para Analis Keuangan
Dian juga menjelaskan bahwa fokus yayasan memang pada tiga pilar: pendidikan, perempuan dan budaya. Jadi, program kerja di luar pemberian beasiswa (dalam pilar pendidikan) sebenarnya cukup banyak.
“Kita suka kasih kontribusi pada taman bacaan, atau memberi buku-buku perpustakaan di remote area seperti taman bacaan di Flores.
“Waktu itu, kita bekerja sama dengan Dispenda NTT memberikan buku-buku. Bahkan, hingga ke Sumba,” ujar Dian, yang film pendeknya, Kotak, sempat ditayangkan di Festival Indonesia Bertutur di Bali baru-baru ini.
Namun, dari sekian banyak program kerja yayasan yang sudah berjalan, Dian tidak memungkiri bahwa pemberian beasiswa adalah program yang jadi favorit pribadi.
Artikel Terkait
Kaka Boss Berangkat dari Kegelisahan Arie Kriting tentang Perantau Indonesia Timur di Jakarta
Thailand Meluncurkan Destination Thailand Visa, Skema Visa yang Dirancang untuk Pekerja Asing
Guru Ini Tidak Diterima Bekerja karena Bajunya Dianggap Berlebihan saat Wawancara Kerja
Perusahaan Pembuat Gambar AI Midjourney Mengumumkan Masuknya Mereka Ke Bisnis Hardware
Apa Itu Earnings Call dan Mengapa Perusahaan yang Sudah Go Public Wajib Melakukannya?
Apa yang Bikin Dian Sastrowardoyo Rela Main di Film Pendek Laut Bercerita tanpa Dibayar?
Australia Terapkan Aturan Baru: Hak untuk Mengabaikan Bos Setelah Jam Kerja