Profil Heri Hermansyah, Rektor Baru UI yang Pernah Jadi Guru Besar Termuda di Fakultas Teknik

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 24 September 2024 | 16:17 WIB
Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, ST, MEng, IPU, dilantik menjadi Rektor UI yang baru untuk periode 2024-2029. (Instagram/ @heri.hermansyah)
Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, ST, MEng, IPU, dilantik menjadi Rektor UI yang baru untuk periode 2024-2029. (Instagram/ @heri.hermansyah)

PejuangKantoran.com - Universitas Indonesia (UI) memiliki rektor baru. Melalui pemungutan suara, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, ST, MEng, IPU akhirnya terpilih sebagai Rektor UI yang baru periode 2024-2029.

Heri, panggilan akrabnya, bisa dibilang menang telak dengan perolehan 18 suara dari total 23 suara. Lawannya, Teguh Dartanto, PhD dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis memperoleh empat suara, sedangkan Prof Ari Fahrial Syam dari Fakultas Kedokteran hanya satu suara.

Pemungutan suara yang berasal dari 15 anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UI dan 8 suara dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dilakukan setelah Debat Publik Tiga Besar Calon Rektor UI.

Baca Juga: Fakta-Fakta Mengapa Tupperware Disukai Ibu-Ibu: Dari Kekuatan Produk hingga Tradisi Arisan

Heri akan dilantik menjadi Rektor UI terpilih pada 4 Desember 2024 di Balai Purnomo UI Depok.

Pernah Jadi Guru Besar Termuda FTUI

Sebelum terpilih menjadi Rektor UI, kiprah Heri di dunia pendidikan sudah tidak perlu diragukan lagi.

Kelahiran 18 Januari 1976 ini menjadi akademisi berprestasi di Tri Dharma, yang mengantarkannya menjadi guru besar termuda di Fakultas Teknik (FT) UI pada 2013 saat usianya masih 37 tahun.

Saat menjadi mahasiswa FTUI jurusan Teknik Gas dan Petrokimia dari 1994 – 1998, Heri memang sudah meraih banyak prestasi.

Ia pernah menjadi Mahasiswa 10% Terbaik TGP FTUI selama 3 tahun berturut-turut dari 1995 hingga 1997 dan Mahasiswa Berprestasi UI Bidang Penalaran di 1997.

Baca Juga: Ada Fenomena Equinox di Indonesia, Benarkah Ini Penyebab Cuaca Terasa Makin Panas?

Ia bahkan meraih penghargaan Third Winner di Society Petroleum Engineer (SPE) Student Paper Contest di tahun yang sama.

Laki-laki asal Sukabumi, Jawa Barat, ini juga sempat bekerja di International Trading Company selama sekitar setahun. Namun, ia kemudian berhenti karena diminta kembali mengabdi sebagai dosen di FTUI.

Terus Belajar dan Kumpulkan Prestasi

Menjadi dosen tidak membuat seorang Heri Hermansyah puas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNBC Indonesia, Tribun News, KompasTV, Herihermansyah.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X