"Orang-orang yang berjuang melawan ketidakadilan layak menjadi pusat perhatian dalam cerita-cerita tentang perubahan yang mereka ciptakan," tulisnya saat itu. “Hal ini juga berlaku, mungkin khususnya, ketika pekerjaan mereka didanai oleh kekayaan.”
Dalam konteks yang sama, MacKenzie menugaskan penasihat investasinya untuk mengidentifikasi dana dan perusahaan yang berfokus pada solusi yang mencari laba untuk tantangan-tantangan ini, yang coba ia tangani melalui kegiatan filantropinya.
Baca Juga: Love Language di Tempat Kerja, Pahami agar Tahu Bagaimana Rekan Kerja Merasa Dihargai
Dengan melakukan hal itu, MacKenzie ingin mengikuti jejak para filantropis miliarder terkemuka yang telah mempraktikkan “investasi yang berdampak.”
Beberapa panutannya adalah Bill and Melinda Gates Foundation melalui Dana Investasi Strategis, yang berfokus pada bidang kesehatan global.
Selain itu juga pewaris Walmart Lukas Walton, yang platform investasi dan filantropinya Builders Vision mengalihkan 90% dari dana abadi miliaran dollar-nya ke dalam investasi berdampak pada tahun 2022.
MacKenzie Scott dilaporkan sudah menjual lebih dari 45 juta saham Amazon senilai hampir $8,4 miliar pada pertengahan November.
Meskipun menjadi salah satu filantropis paling dermawan dalam sejarah modern, ia juga memiliki cara unik untuk mendistribusikan kekayaannya. Sering kali, organisasi diberi jutaan dollar secara tiba-tiba.
Misalnya, satu organisasi diam-diam menerima sumbangan $10 juta dari MacKenzie pada bulan September. Tidak heran, pengelola organisasi kerap mengira email yang memberitahu mereka tentang sumbangan tersebut adalah spam atau email phishing.
Baca Juga: Acara Tukar Kado di Kantor Ternyata Malah Sering Bikin Karyawan Jadi Stres, Tahu Kenapa?
Pendekatan filantropis MacKenzie juga unik karena "berbasis kepercayaan," kata Noni Ramos, CEO Housing Trust. Itu artinya, banyak sumbangannya tidak dibatasi, atau dapat digunakan sesuai keinginan penerima manfaat.
MacKenzie Scott juga mengatakan bahwa ia dan tim investasinya berencana untuk mulai berinvestasi di perusahaan nirlaba yang berfokus pada area misi inti yang sama.
Ketika memberikan sumbangan, alih-alih menarik dana dari rekening bank atau portofolio saham yang meningkatkan kekayaan dan pengaruh para pemimpin yang sudah memilikinya, ia ingin "menariknya dari portofolio investasi dalam usaha yang sejalan dengan misi."
"Dengan cara ini, uang tersebut dapat membantu mengatasi masalah ini dua kali lipat," tulisnya.
Artikel Terkait
Begini Cara Kimberly Ryder dan Jerome Kurnia Menyiapkan Adegan-adegan Intim di Waktu Kedua
Dituding CEO Gadungan dan Tak Bayar Gaji Karyawan, Hamish Daud Tempuh Jalur Hukum
Survei: Ternyata, Ini Hadiah Natal yang Paling Diinginkan Konsumen pada Tahun 2024
Klarifikasi CEO Octopus Tegaskan Hamish Daud Tak Ada Sangkut-pautnya dengan Gaji Karyawan
Lowongan Kerja Tim Konsultan Kementerian Ketenagakerjaan untuk Program LISTRAF
Apakah Gaji Ke-13 dan Bonus Bisa Bikin Karyawan Merasa Puas Bekerja di Perusahaan?
Menyampaikan PHK melalui Pesan Teks dan Email Semakin Dinormalisasi, Apa Dampaknya buat Karyawan?