Abimana Aryasatya Lakukan Banyak Stunt yang Membahayakan Diri Sendiri di Series 'Roman Dendam'

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Jumat, 27 Juni 2025 | 17:39 WIB
Series Roman Dendam yang dibintangi Abimana Aryasatya dan Tatjana Saphira tayang mulai 27 Juni 2025 di Vidio. (Screenplay Films)
Series Roman Dendam yang dibintangi Abimana Aryasatya dan Tatjana Saphira tayang mulai 27 Juni 2025 di Vidio. (Screenplay Films)

PejuangKantoran.com - Series Roman Dendam jadi momentum kembalinya Abimana Aryasatya berakting di series laga. Sebelumnya, tepatnya tahun 2022, ia sukses memerankan karakter Alex di series Serigala Terakhir.

Series yang akan tayang reguler mulai  27 Juni 2025 di Vidio ini juga menjadi proyek reuni antara Abimana dengan sutradara Tommy Dewo yang sebelumnya bekerja sama dalam series Serigala Terakhir 2

Di Roman Dendam, Abimana berperan sebagai Barli, mantan pembunuh bayaran yang berusaha menebus masa lalunya. Untuk menghindari bosnya, ia mengganti nama menjadi Rama dan beralih profesi sebagai tukang cukur di kios pangkas rambut kecil milik Kang Cecep.

Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp69,8 Triliun ke 8,3 Juta Debitur UMKM, Khususnya di Sektor Produksi

Muncul Tiana (Tatjana Saphira) yang ingin menuntut balas pada Barli yang telah membunuh ayahnya. Barli pun tidak bisa lari dari kenyataan dan memutuskan untuk membantu mencari kebenaran. Barli pun kembali menghadapi dunia kelam yang telah ia tinggalkan. 

Menurut Abimana, karakter Barli dan Rama seharusnya dibedakan. Barli punya trauma pada kehilangan ibunya. Sedangkan Rama orang yang berusaha melepaskan dan menerima trauma yang pernah ia alami.

"Yang benar-benar harus dijaga adalah pertarungan antara diri sendiri. Menjadi Barli atau Rama. Rama bisa bernegosiasi dan accept dirinya.

"Sedangkan Barli harus melawan dan melindungi tokoh Tatjana dari musuh-musuh lamanya. Ini perjalanan yang menarik, sih.

"Karakter Barli berantem untuk menjadi putih, hitam atau abu-abu,” ujar Abimana Aryasatya, saat konferensi pers pemutaran episode pertama Roman Dendam di Plaza Indonesia XXI, Jakarta, Sabtu (21/06/2025).

Kembali bermain di genre laga, Abimana mengaku banyak berdiskusi dengan sutradara mengenai adegan-adegan laga yang akan ditampilkan sepanjang 8 episode series ini.  

Baca Juga: 5 Risiko Tak Terduga Jika Kamu Menggunakan AI Notetaker untuk Membuat Notulensi Rapat

“Dari segi action, kita coba hal-hal baru. Dulu di Serigala Terakhir, kita tidak banyak menggunakan senjata. Sekarang, kita bermain dengan salah satu senjata yang populer di Indonesia, celurit.

"Kita juga mencoba menggabungkan beberapa senjata dalam beberapa adegan yang akan menjadi tontonan menarik!” seru aktor berdarah Spanyol-Tionghoa ini.

Demi totalitas berakting, Abimana melakukan stunt laga sendiri. Mengerjakan adegan berbahaya ia akui tidak hanya melelahkan tetapi juga membahayakan dirinya sendiri.

Apalagi, series karya rumah produksi Screenplay Film kali ini, tidak hanya menggunakan senjata saja tetapi juga menampilkan ruang perkelahian yang semakin memicu adrenalin penonton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X